Pengertian Budak (Hamba Sahaya) Dalam Al Quran

Tanya : Assalammu’alaikum wr.wb
Ane mau tanya, ada pertanyaan dari seorang muallaf yang tidak bisa saya jawab. Dalam tafsir surat Al Mu’minuun (Ayat 1- 11) disebutkan bahwa tentang keberuntungan menjaga kemaluan kecuali terhadap istri-istrimu dan budak-budakmu. Yang saya tidak mengerti tentang maksud kata “budak” , apakah kita boleh tidak menjaga kemaluan terhadap budak, dan apakah pengertian budak dalam tafsir Al-Quran ini. Jazakumullah khairan katsiran. Wassalammu’alaikum wr.wb.

Jawab (1) : Ayat mengenai budak (hamba sahaya) pada surah Al Mu’minuun tepatnya terdapat pada ayat 5-6, adapun terjemahannya adalah sbb :”Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya (kehormatannya), kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela”. (http://quran.al-islam.com/Targama/)

Sebelum Islam diturunkan perbudakan sangat merajalela dan tidak ada batasan yang membatasi, artinya siapa saja bisa dijadikan budak dengan cara apapun, seperti dirampas, diculik dan sebagainya. Namun ketika Islam datang perbudakan sangat dibatasi, yaitu hanya tawanan perang yang boleh dijadikan budak, sebab hal ini sudah menjadi konvensi internasional, dimana orang Islam pun yang ditawan oleh musuh akan dijadikan budak. Namun demikian, Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk memerdekakan para budak, diantaranya dijadikan sebagai tebusan untuk membayar kafarat dalam beberapa pelanggaran syariat, seperti kafarat sumpah, mem bunuh dengan tidak sengaja dan sebagainya. Dalam Islam budak perempuan dihalalkan untuk digauli sebagaimana layaknya seorang isteri, namun budak tersebut hanya boleh digauli oleh tuannya saja. Artinya budak yang dimiliki oleh seorang bapak tidak boleh diguali oleh anaknya atau siapapun juga. Bahkan apabila dia telah melahirkan anak maka disebut ummul walad dimana tuannya tidak boleh menjualnya kepada yang lain, tetapi dia harus terus memeliharanya atau memerdekakannya. Diantara dalilnya adalah ayat di atas dan beberapa ayat berikut ini: “Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.” (QS. An-Nisa’: 24) . Wallahu A’lam bishawwab. – (oleh : Ust. Iman Sulaiman)

http://www.eramuslim.com/ks/um/3c/8617,2,v.html

Jawab (2) – (untuk melengkapi jawaban no.1) :
Maksudnya adalah budak belian yang didapat dalam peperangan dengan kaum kafir, bukan budak belian yang didapat diluar peperangan. Dalam peperangan dengan kaum kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan. Kebiasaan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Namun Imam boleh melarang kebiasaan ini. (sumber : Al Qur’an Dan Terjemahnya, Departemen Agama Republik Indonesia Jakarta,Penerbit PT.Kumudasmoro Grafindo Semarang, Edisi Revisi tahun 1994).

Jawab (3) – (untuk melengkapi jawaban no.1) :
Maksudnya adalah hamba sahaya yang berasal dari tawanan perang. (sumber : Al Quran Terjemah Indonesia,Tim DISBINTALAD,PT.Sari Agung Jakarta,Cetakan ke : 8, Th.1995)

Jawab (4) – (untuk melengkapi jawaban no.1) :
Maksudnya adalah perempuan yang dapat kamu miliki sebagai tawanan dari medan perang, yaitu perang untuk mempertahankan agama, bukan perang untuk merebut kekayaan dunia dan keuntungan raja-raja, maka perempuan itu boleh kamu tawan dan kamu kawini. Boleh pula kamu lepas dan dikembalikan ke tanah airnya. Adapaun budak perempuan yang ada sekarang bukanlah budak yang sebenarnya. (sumber : Tafsir Quran karim, Prof.Dr.H.Mahmud Yunus,PT.Hidakarya Agung Jakarta,Cetakan ke : 29,Tahun 1991).

Memerdekakan Budak

“Bila seseorang memiliki budak yang masih mahram, maka dia merdeka”. – (Ahmad dan Empat, dari Samurah bin Jundub)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa memerdekakan bagiannya dalam diri seorang budak, kemudian ia masih mempunyai kekayaan yang mencapai harga budak itu, maka budak itu ditaksir menurut harga sepatutnya, lalu ia membayarkan kepada masing-masing kawan berserikatnya yang lain bagian mereka sehingga merdekalah budak itu. Jika tidak, maka ia hanya memerdekakan bagiannya saja . (Sahih Muslim, hadits no : 2758)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra, dari Nabi saw. beliau bersabda: “Mengenai seorang budak yang dimiliki dua orang tuan, lalu salah seorang dari keduanya memerdekakan budak tersebut. Beliau bersabda: Dia menanggung (pembayaran hak kawan serikatnya bila ia seorang yang kaya)”. (Sahih Muslim, hadits no : 2759)

Hadis riwayat Aisyah ra, dari Ibnu Umar, dari Aisyah, bahwa ia ingin membeli seorang budak perempuan untuk dimerdekakan. Pemilik budak itu berkata: Kami akan menjualnya kepadamu, dengan syarat hak loyalitasnya untuk kami. Lalu Aisyah ra. menceritakan hal itu kepada Rasulullah saw. dan beliau bersabda: “Syarat itu tidak dapat menghalangimu, karena hak loyalitas itu hanya untuk yang memerdekakan” . (Sahih Muslim, hadits no : 2761)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra, dari Nabi saw. beliau bersabda: “Barang siapa memerdekakan seorang budak mukmin, maka Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari neraka dengan setiap anggota tubuh budak itu. (Sahih Muslim, hadits no : 2775)

http://hadith.al-islam.com/

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. 51 : 55)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. 47 : 7)

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. 3 : 104)

note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik edisi no.005/th.Jumada Al Thani 1425H/2004M

About these ads

77 Balasan ke Pengertian Budak (Hamba Sahaya) Dalam Al Quran

  1. Mazrilhisham mengatakan:

    Apakah hikmah dibolehkan ‘tuan’ menggauli hamba sahaya nya

  2. satrya mengatakan:

    aku msih bingung ttg budak belian..tp aku yakin islam adlh agama yg lurus..!!

    • suhaib mengatakan:

      Sebelum Islam diturunkan perbudakan sangat merajalela dan tidak ada batasan yang membatasi, artinya siapa saja bisa dijadikan budak dengan cara apapun, seperti dirampas, diculik dan sebagainya. Namun ketika Islam datang perbudakan sangat dibatasi, yaitu hanya tawanan perang yang boleh dijadikan budak, sebab hal ini sudah menjadi konvensi internasional, dimana orang Islam pun yang ditawan oleh musuh akan dijadikan budak. Namun demikian, Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk memerdekakan para budak, diantaranya dijadikan sebagai tebusan untuk membayar kafarat dalam beberapa pelanggaran syariat, seperti kafarat sumpah, mem bunuh dengan tidak sengaja dan sebagainya. Dalam Islam budak perempuan dihalalkan untuk digauli sebagaimana layaknya seorang isteri, namun budak tersebut hanya boleh digauli oleh tuannya saja. Artinya budak yang dimiliki oleh seorang bapak tidak boleh diguali oleh anaknya atau siapapun juga. Bahkan apabila dia telah melahirkan anak maka disebut ummul walad dimana tuannya tidak boleh menjualnya kepada yang lain, tetapi dia harus terus memeliharanya atau memerdekakannya. Diantara dalilnya adalah ayat di atas dan beberapa ayat berikut ini: “Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.” (QS. An-Nisa’: 24) .

    • alsya23yusuf mengatakan:

      insya’allah saya akan coba menjawabnya!

      akan menjadi suatu kesalahan yang besar apabila kita hanya membaca beberapa ayat tanpa memperhatikan apakah ada ayat lain yang merujuk pada penjelasan tentang hal dimaksud.

      selain mengutif QS 23:5-6 dan QS 4:24, coba anda perhatikan ayat lainnya yang berusaha menjelaskan tentang hal ini, seperti:

      QS 4:25
      “Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

      intinya: bahwa dalam ayat tersebut memuat sebuah pernyataan bahwa kita diharamkan menggauli budak2 tersebut tanpa ada ikatan perkawinan/pernikahan
      ……….selanjutnya bisa anda maknai sendiri……..

      kemudian ditegaskan lagi dalam QS 24:33
      “Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.”

      intinya: jangankan melakukan perzinahan, mau mengawininyapun tetap saja kita menghargai dan menjaga kehormatan mereka, ketika mereka menginginkan sebuah perjanjian kita harus menerima perjanjian itu, dan selain itu kita juga diharamkan memaksa mereka untuk melakukan pelacuran…

      jadi, jelas sudah semuanya, bahwa tidak ada unsur perzinahan dalam hal ini. dan ketika budak tersebut menginginkan perjanjian atas perkawinan yang kita inginkan, disini menjelaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan pula dalam hal itu.

      semoga ayat2 ini bisa memberikan pencerahan pada anda.
      subhanallah…

      semoga Allah SWT melindungi kita sehingga keimanan kita tetap kokoh. Amin.

  3. abda hamid al aziz mengatakan:

    apa perbedaan dan persamaan dari perbudakan zaman dahulu dengan trafiking saat ini.

  4. puspa mengatakan:

    bagaimana yang disebut dengan hamba sahaya yang tidak mempunyai keturunan???

  5. siti sahara mengatakan:

    aww, saya mau tanyak apakah bila kita memiliki budak dari hasil tawanan perang atau dari kita beli langsung dapai kita gauli selayaknya isteri kita tampa dinikahi terlebih dahulu?

    • bas mengatakan:

      Ngeriii!!!
      Islam selaliu mengajarkan kebenaran yang lurus. semoga keraguan ini adalah langkah awal dari bertemunya kebenaran itu.

    • Ana mengatakan:

      Jaman sekarang kan tidak ada lagi perbudakan, apalagi di Indonesia. Jika masih ada yang bisa di katagorikan budak, itu hanya dari rampasan perang. Perang yang bagaimana? perang untuk membela agama, ya kira2 seperti perang ambon antara Islam dan kristen….

    • yusuf mengatakan:

      insya’allah saya akan coba menjawabnya!

      akan menjadi suatu kesalahan yang besar apabila kita hanya membaca beberapa ayat tanpa memperhatikan apakah ada ayat lain yang merujuk pada penjelasan tentang hal dimaksud.

      selain mengutif QS 23:5-6 dan QS 4:24, coba anda perhatikan ayat lainnya yang berusaha menjelaskan tentang hal ini, seperti:

      QS 4:25
      “Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

      intinya: bahwa dalam ayat tersebut memuat sebuah pernyataan bahwa kita diharamkan menggauli budak2 tersebut tanpa ada ikatan perkawinan/pernikahan
      ……….selanjutnya bisa anda maknai sendiri……..

      kemudian ditegaskan lagi dalam QS 24:33
      “Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.”

      intinya: jangankan melakukan perzinahan, mau mengawininyapun tetap saja kita menghargai dan menjaga kehormatan mereka, ketika mereka menginginkan sebuah perjanjian kita harus menerima perjanjian itu, dan selain itu kita juga diharamkan memaksa mereka untuk melakukan pelacuran…

      jadi, jelas sudah semuanya, bahwa tidak ada unsur perzinahan dalam hal ini. dan ketika budak tersebut menginginkan perjanjian atas perkawinan yang kita inginkan, disini menjelaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan pula dalam hal itu.

      semoga ayat2 ini bisa memberikan pencerahan pada anda.
      subhanallah…

      semoga Allah SWT melindungi kita sehingga keimanan kita tetap kokoh. Amin.

  6. Bullet33 mengatakan:

    LUAR BIASA MEMBACA DAN MENELAAH TENTANG HAMBA SAHAYA INI
    JADI BILA KITA SADARI KITA ADALAH HAMBA SAHAYA NAMUN SEKALIGUS SEBAGAI KHALIFAH DI PERMUKAAN BUMI INDONESIA INI, DAN POSISI INI SEBAGAI SUNNATULLAH JANGAN SAMPAI KITA TERGELINCIR MENJADI BUDAK-BUDAK YANG TIDAK BERMANFAAT, SEMOGA KARYA YANG LAINNYA BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA, INSYA ALLOH. WASSALAM

  7. reiza mengatakan:

    ayat tsbt hanya cocok pada zamannya,krn perbudakan pd saat itu sdh menjadi tradisi dan sdh sangat memasyarakat , budak pd zaman itu tdk mempyai kebebasan dan mutlak 100% punya majikannya,oleh sebab itu ayat tsb diturunkan agar budak mendapat perlindungan , penghormatan serta kebutuhan biologisnya
    terpenuhi seperti istri2 yg dinikahi secara sah kalau tdk dihalalkan maka kebutuhan biologisnya tdk terpenuhi dan mengakibatkan akan menggunakan cara2 yg lebih menyimpang dg turunya ayat ini maka penyimpangan sex terkurangi secara bertahap.untuk zaman sekarang ayat tsb tdk cocok dan tdk bs digunakan krn peradaban manusia slalu berkembang mengarah keberadapan yg sempurna /baik. dalam memahami ayat alquran ada ayat yg hanya digunakan pada zaman nabidan tdk cocok utk atau sebelum dan ssdh zaman nabi krn sebagian ayat2 yg diturunkan kadang2 hrs mnyesuaikan tradisi/budaya yg sdh ada pada zaman nabi dg syarat tradisi itu bs diterima oleh masyarakatsetempat dan tdk mensyrikan Allah ,shg hal ini akan lebih memudahkan perkembangan islam pd zaman itu tanpa merubah secara total yg mengakibatkan sukar diterima oleh masyakat nantinya.

    demikian gambaran sementara, wassalam

    • marcopolo mengatakan:

      Bukan ayatnya yang tidak cocok pak, parah!, tapi penafsiran yang bathil untuk menuruti kebejadan orang arab jahiliyah, sudah jelas Rasulullah dalam Quran menyebutkan ma-malakat-aymanukum diartikan sebagai budak itu harus dikawini an-nisa:23-24, bukan seenaknya mengumbar syahwat kaya bintang kepada budak.

    • borrigan mengatakan:

      saya kurang setuju dengan kalimat “hanya cocok pada zamannya”.. alqur’an berlaku sampai akhir zaman sejak pertama kali diturunkannya, tidak ada revisi ataupun update lagi setelahnya. itulah mengapa alqur’an dikatakan sebagai pegangan hidup, bisa dikatakan System Operation Procedure dalam menghadapi kehidupan ini, SOP yang yang tidak valid tidak akan di approved apalagi di sampai di release, sementara cerita orang2 terdahulu adalah untuk diambil pelajarannya, biasanya dikatakan pada akhir ayat tersebut dengan “…bagi orang2 yang berfikir”.

  8. Madi03 mengatakan:

    Saya masih bingung,jika yang di jadikan budak itu dari pihak musuh (orang kafir) jadi bagaimana kita bs menggaulinya sedangkan agamanya saja kafir. Mohon penjelasannya

  9. Uzai mengatakan:

    Apa ada ayat atau hadist yg secara jelas membolehkan majikan menggauli budak perempuan, sbb setau saya dalam surah An nisa tersebut cuma menjelaskan bahwa seorang tuan boleh memperlihatkan kemaluannya (dlm terjemahnya ditulis kehormatan-red) yg berarti bs cuma menampakan auratnya saja seperti mmbuka baju dihadapan budak perempuan, tp bukan menggauli. Dan dlm An nisa ayat 24, ayat tersebut membahas masalah “mengawini” jg bukan menggauli tanpa nikah. Wallahu’alam

    • marcopolo mengatakan:

      Anda cukup jeli melihat Quran.

      karena hadits kebanyakan Quran harus mengikutinya, apa ga kebalik, sudah jelas Rasulullah dalam Qoran menyebutkan ma-malakat-aymanukum diartikan sebagai budak itu harus dikawini an-nisa:23-24, bukan seenaknya mengumbar syahwat kaya binatang kepada budak. mengartikan ma-malakat-aymanukum saja masih rancu.

  10. faiz ahadina mengatakan:

    kenapa hamba sahaya tidak di wajibkan untuk shalat jumat

  11. fulan mengatakan:

    pantes aja banyak TKW pulang dari arab pada bunting.

    Ternyata emang ada ayat yang membolehkan menggauli hamba sahaya ya :D. Subhanallah, indah nya islam

  12. indra mengatakan:

    ya begitulah dunia,,gak enaknya jadi orang lemah yang selalu di perlakukan seenaknya ma org kuat..di seluruh dunia bukan cuma di arab brow…

  13. Yahya mengatakan:

    Salah jika menganggap kalo Ayat ini tdk brlaku lagi! Ayat Alquran dan Hadis itu warisan Nabi Muhammad yg berlaku sampai hari Kiamat. Contohnya bisa direalisasikan misalnya ketika Perang Irak atau Perang Palestina-Israel dan Afganistan, kalau tu pejuang punya tawanan Wanita AS atau Israel kan wanita itu bisa jd Budak dan bisa digauli dgn Arti kata ini Bonus dari Allah serta utk memenuhi kebutuhan Biologis si Tawanan itu dan tentunya Bukan Jd tujuan utama yg tentunya tetap Karena Membela Agama Allah dan Memperjuangkan Hak serta menumpas Kezaliman seperti yg dilakukan Israel dan AS. Nah, kita sbg Orang Islam berpikir hrs berlogika dong! Kalo memperlihatkan Kemaluan Tentu Endingnya pasti saling menggauli, utk apa memperlihatkan kemaluan ke lawan jenis kalau tidak utk gituan? Dan Lagi Kalau sudah memperlihatkan kemaluan pasti timbul nafsu kan? makanya logis dong! Kalau utk dinikahi tentu harus Sesama Muslim, kalau budaknya Kafir mana boleh dikawini dan kalau dipaksa masuk Islam itu dilarang, sesuai dgn Ayat yg mengatakan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama dan Surah Alkafirun, kalo mau masuk Islam hrs dgn Hati.
    Mengenai TKW tdk bisa dikatakan sbg budak seperti di Alquran karena TKW bukan 100% milik majikan, tapi ada kerjasama dgn PJTKI dan Pemerintah jd nggak boleh digauli! Kemudian juga Pembantu RT yg biasa dirumah orang kaya Indonesia yg tdk boleh juga digauli karena dia bukan budak, dia bekerja dan digaji sdgkan budak itu dimiliki 100%, tidak digaji, tidak boleh Mudik, jd All Out cuma utk majikan. Jd jgn digauli pembantu yg ada dirumah Ya, Zina tu! Sejatinya dia Sama dgn TKW bekerja utk Diri dan Keluarganya bukan utk Majikannya. Terakhir yg harus diluruskan, Mulai sekarang jgn ada lagi pemikiran bahwa Ayat Alquran ada yg berlaku hanya sesuai zaman! kalau gitu pemikirannya lama-kelamaan orang akan mencoret Ayat Alquran dgn Alasan tdk berguna karena tdk cocok lagi dgn Zaman.

  14. dede mengatakan:

    dede mengatakan

    sangat setuja pada pak yahya penjelasannya dapat di mengerti

  15. Ty mengatakan:

    Alhamdulillah, paham sekarang. Terima kasih Pak Yahya…
    Selama ini memang masih samar apa yang dimaksud BUDAK dan ternyata memang tidak sama dengan PEGAWAI/BURUH/PEMBANTU.

    Sekarang sudah mengerti dan ada gambaran.

  16. Muhammad Fauzan-Kirana 17 mengatakan:

    sep

  17. hyper mengatakan:

    fakta yg ada banyak tkw akan dihukum mati(kasus nya kebanyakan pembunuhan mjkan)…memang sudut pandang kita bngsa indo bhwa tkw bukan budak…tpi knyataannya banyak kasus bunting n terancam hukum mati…sementara pemerintah sono jg ga peduli tuh???setali tiga uang dgn pemerintah sini(gak mau kehilangan hub.diplomatik atas dasar penyelenggaraan bisnis calo haji)…fakta nya banyak di terjemahan ayat “kawini budak”…sbg perenungan= wanita tidak mungkin berbuat jahat melakukan pembunuhan jika dia tidak dizalimi ditekan psikisnya…renungkan

  18. Ramon mengatakan:

    Apa beda budak dengan pembantu

  19. Ramon mengatakan:

    Apakah budak masih ada zaman sekarang

  20. pecinta ilmu mengatakan:

    salah satu ilmu yang wajib difahami..kalo tidak sesat jadinya..alhmdulilah..semoga kita diberi petunjuk hidayah oleh Allah

  21. Ronny eltd mengatakan:

    Assalamualaykum..’ buuudakk itu zaman dluu..’ wa’llahu allam..” wassalam

  22. borrigan mengatakan:

    Saya juga bingung, tolong diberi arahan karena saya belum paham.

    pada jawaban diatas dikatakan:

    “sebelum Islam diturunkan perbudakan sangat merajalela dan tidak ada batasan yang membatasi, artinya siapa saja bisa dijadikan budak dengan cara apapun, seperti dirampas, diculik dan sebagainya. Namun ketika Islam datang perbudakan sangat dibatasi, yaitu hanya tawanan perang yang boleh dijadikan budak, sebab hal ini sudah menjadi konvensi internasional, dimana orang Islam pun yang ditawan oleh musuh akan dijadikan budak.”

    bukankah agama islam berlaku sampai akhir zaman? tidak ada update lagi mengenai pegangan hidup sesudah diturunkannya Al-Qur’an. dan kalimat budak2 yang halal untuk digauli sering muncul dalam Al-Qur’an.

    Mohon arahannya, ini bukan counter attack, tetapi pertanyaan yang berasal dari dalam diri saya karena setiap membaca hal tersebut saya jadi semakin bertanya2 apa maksud dari kalimat tersebut.

    Terima kasih.

  23. powell mengatakan:

    kenapa budak dihalalkan?,
    perbudakan kan melanggar ham..

  24. RAMADHAN mengatakan:

    asalamuualaikuum,apakah,misalnya kita seorang lai-laki yang hidup sendiri belum menikah namun dia menyewa pembantu untuk menjaga rumahnya…..pertanyaan:apakah pembantu seorang, laki-laki yang hidup sendiri juga di sebut budak .. ?

    • Yudhi mengatakan:

      Bukan budak, tapi pembantu, saya rasa penjelasan diatas cukup detail dan koment2 nya juga detail, jadi budak ini artinya situasi perang , terutama perang agama, bukan perang harta atau untuk raja,,ex palestina vs isral,

  25. orang bodoh mengatakan:

    Astagfirullahaladzim…Astagfirullahaldazim…Astagfirullahaladzim
    lahawalahkuwatailabillah

  26. Amin Jujur mengatakan:

    budak budak yang kau miliki…,,, artinya menikahi budak budakpun di dalam islam di perbolehkan…..

    didalam islam seorang perempuan yang sudah di nikahi jelas sudah menjadi saling memiliki.

    Diantara dalilnya adalah ayat di atas dan beberapa ayat berikut ini: “Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.” (QS. An-Nisa’: 24) .

  27. taufik mengatakan:

    nanya: kalau budak pada zaman sekarang ini yang boleh di perlakukan layaknya budak dulu? minta tolong kasi contohnya ? terikmakasih

  28. Roronoa gema mengatakan:

    Psk tu jelas haram,,udah dibahas budak itu tahanan perang agama,masih juga nanya.malas baca,tapi mau menghalalkan yg jelas”haram!

  29. amin mengatakan:

    ada seorang janda bernama AMELIA KARIPIN terutang ke agen tenagakerja hingga akhirnya dia jadi PSK untuk melunasi utangnya (asal bandung…skrg jual diri di medan). apakah beliau termasuk hamba sahaya dari agensinya? diduga agensinya dari agama non muslim dan beliau seorang muslimah. bukankah beliau ini tahanan ‘perang ekonomi’ seorang non muslim? apalagi pasiennya bnyk dari etnis non pribumi.

    • amin mengatakan:

      utangnya 10jt rupiah…ada yang mau bersedekah/jihad membebaskannya? insyaAllah beliau mau bertobat dan bercita-cita naik haji….

  30. suryawijaya mengatakan:

    sudah seharusnya al quran memberikan jawaban yang jelas tentang perbudakan ini yaitu dengan melarangnya secara keras. seperti dengan khamer pada akhirnya dalam alquran jelas terdapat pelarangan. ini malah tidak ada….sungguh sangat aneh.
    sehingga pada akhirnya sampai saat ini masih ada yang berusaha menghalalkannya, dengan banyak sekali dalih-dalih. seharusnyalah perbudakan ini di haramkan!!!!!

    • Yudhi mengatakan:

      Fahami dan cermati artikel diatas, komentar anda sepertinya tidak percaya dg alquran, itu situasi perang agama, jadi jangan terlalu dangkal mengambil intisari,

  31. suryawijaya mengatakan:

    lihat apa yg terjadi di negeri arab, banyak sekali praktek2 perbudakan yang masih terjadi dengan diam2 karena memang tidak ada pengharaman dengan praktek ini.

  32. Sidiq amanah mengatakan:

    Budak sex bukan pula dalam peperangan,wanita yg di perjual belikan atau di perkerjakan menjadi budak sex 0rang selain muslim atau muslim,zinah di haramkan bagi umat islam hukum cambuk atau di razam,,
    sayang 1000 sayang umat islam bukannya memerdekakan budak malah bertambah banyak,,muslim tidak di perbolehkan perbudakan sangat hina,,

  33. Sidiq amanah mengatakan:

    Budak sex bukan pula dalam peperangan,wanita yg di perjual belikan atau di perkerjakan menjadi budak sex 0rang selain muslim atau muslim,baik raja maupun rakyat miskin zinah di haramkan bagi umat islam hukum cambuk atau di razam,,
    sayang 1000 sayang umat islam bukannya memerdekakan atau
    menikahi budak”sex!!{hamba sahaya/0rang miskin}
    malah bertambah banyak,,muslim tidak di perbolehkan perbudakan di haramkan!!sangat hina!!!

  34. ndablex mengatakan:

    Interupsi jawaban pertama:
    kalau hanya budaknya sendiri kenapa Nabi justru menggauli Mariam yang jelas jelas budaknya Hafsa istrinya..? Hingg turun ayat.

    Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa
    yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu
    mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan
    Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    Sesungguhnya Allah telah mewajibkan
    kepada kamu sekalian membebaskan diri
    dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu
    dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha
    Bijaksana. (Q 66:1-2)

  35. kurdianto mengatakan:

    Berdasarkan artinya perbudakan dalam Undang-Undang MENEGASKAN bahwa kepemilikan digolongkan dalam dua jenis yaitu: kepemilikan penuh dan kepemilikan tidak-penuh.perhatikan bunyi :

    “Praktik serupa perbudakan adalah tindakan menempatkan seseorang dalam kekuasaan orang lain sehingga orang tersebut tidak mampu menolak suatu pekerjaan yang secara melawan hukum diperintahkan oleh orang lain itu kepadanya, walaupun orang tersebut tidak menghendakinya.” -penjelasan umum UU 21/2007

    Nah ..bedanya apa yang sering kita sebut sebagai “budak” dalam Alquran ialah budak dalam kepemilikan yang penuh.

    Suatu kepemilikan bisa berasal dari beberapa sebab :
    1. budak yang didapat dalam peperangan
    2. budak yang berasaldari tawanan perang
    3. budak yang dapat dimiliki dari para tawanan perang
    4. budak dari hasil penyerahan hak kepemilikan dari seseorang kepada orang lain.

  36. tanto mengatakan:

    klo menggauli PSK secara langsung hukumnya “haram” ….. tapi klo dinikahi dulu trus digauli sampe puas setelah puas langsung ditalak itu baru “halal”

  37. Datuk Pemerhati mengatakan:

    Mari kita telaah secara runtut dan sistematis :
    1. Al Mu’minun ayat 5-6 ( QS 23 :5-6 ) : ” Dan orang orang yang menjaga kemaluannya; kecuali terhadap istri istri dan hamba sahaya yang mereka miliki”
    Dari ayat tersebut diketahui ada 2 kategori perempuan yang boleh/ halal digauli yaitu istri dan hamba sahaya ( budak ). Pada surat Al Ahzab ayat 50 ( QS 33:50 ) diperjelas bahwa yang dihalalkan adalah istri yang telah diserahkan kepadanya mas kawinnya dan budak yang dikaruniakan Allah dari tawanan perang
    2. Kalau hamba sahaya dikawini dengan seizin tuannya, diberikan mas kawin, ada perjanjian dan diberi nafkah maka hamba sahaya yang dikawini tersebut termasuk kategori istri. Lihat An Nisa 25 ( QS 4:25) dan An Nur 33 ( QS 24:33). Bahkan dalam QS 4:24 hamba sahaya yang bersuami boleh dikawini bila suaminya tidak ikut dengannya.
    3. Hamba sahaya yang tidak masuk kategori istri dan berasal dari tawanan menurut QS 23: 5-6 dan QS 33:50 halal digauli
    Bersambung.

  38. Datuk Pemerhati mengatakan:

    Sambungan :
    4. Ayat ayat Qur’an tersebut tetap berlaku sampai sekarang tetapi sudah lama tidak diimplementasikan karena perbudakan sudah lama dihapuskan oleh hukum dunia. Kapan ayat ayat tersebut dapat diimplementasikan kembali, kita tidak tahu. Yang jelas kalau syarat dan ketentuannya berlaku yaitu terjadi perang mempertahankan Islam dan diperoleh tawanan perang yang diperlakukan sebagai budak.
    5. Pertanyaannya apakah mungkin budak tawanan perang bersedia digauli secara sukarela dan senang hati tanpa paksaan. Mereka lebih senang dimerdekakan dan dipulangkan ke kampung halaman berkumpul dengan keluarga daripada dipenuhi kebutuhan biologisnya oleh musuh dan terkekang. Sebenarnya kebutuhan biologis siapa yang dipenuhi, budak atau tuannya.

  39. Hamba allah mengatakan:

    Saya bingung stelah bc tanya jawab di atas mohon di jelaskan knp budak malah boleh di gauli apa kita g,sadar bgaimana tentang mahrom aja tdk boleh sdgkn itu malah bener2 g,mendekati zina

  40. catur mengatakan:

    Tolong di jelaskan perbedaan budak dan pembantu.
    Apakah orang arab atau siapapun yang menganggap pembantu sebagai budak itu dosa?

  41. ifal mengatakan:

    gw yakin dari beberapa penanya ada sedikit rasa berharap klo bisa berhubungan badan tanpa nikah,
    nanya ga liat2 dulu komen2 sebelumnya, udah terjawab apa belum,
    klo mw cari kebenaran sesuai Al-Quran? sabar!, jangan asal nyablak nanya dulu.

    klo udah ga bisa nahan nafsu, nikah makanya,
    udah ga ada perbudakan zaman sekarang,

    jangan sampe kita berbuat hal yang sebenarnya haram.
    klo blum dapet jawaban alias ragu2! ya ente tinggalin aja,
    seperti misal kita ragu haram apa ngganya suatu makanan, ya kita jangan makan.

  42. elisa mengatakan:

    apakah syarat memliki hamba sahaya atau budak..?

  43. ris mengatakan:

    orang2 yang goblok adalah orang2 yang memperdebatkan ayat Allah karena sudah diberitahu budak tidak bisa mencari kehidupan yang layak selain diambil/diberi makan oleh tuanya,sedangkan psk masih bisa mencari penghidupan yang lebih layak dijaman dan situasi sera kondisi jaman sekarang.

    • budi sampoerna mengatakan:

      jaman sudah rusak mas….. di tempat2 terbuka anak2 smp apalagi sma sudah pada pacaran…. bagi yang tidak bisa ngampet napsu… kawin siri aja,,, dak usah di umumkan ke banyak orang… cukup dua saksi….. tapi memang perlu di jelaskan juga tentang perbudakan … supaya ada alternatif lain bagi yang tidak bisa ngampet….. karena sejauh jawaban2 yang ada belum keliatan ( ayat al qur’an / hadis yang mengatakan budak adalah TAWANAN PERANG THOK……!!!!! ayat al qur’an / hadis yang mana yang mengatakan bahwa : “jagalah kemaluanmu…….. kecuali terhadap istri2mu dan budak2mu “(TIDAK ADA PENJELASAN TIDAK TERMASUK BUDAK BELIAN), saat ini ada orang tua / ibu yang mengijinkan anak perempuanya nya di beli ( tidak semata mata seperti jual beli barang) , artinya dalam posisi “DIBELI” tidak berarti berkedudukan seperti budak2 rampasan perang, tpi hanya dimanfaatkan dari sisi kebutuhan biologis… Perempuan2 sekarang , bahkan di kos2 mahasisiwi ada yang bersedia mendampingi (dalam arti all in) laki2 berduit yang bersedia membiayai kuliahnya, atau membiayai kebutuhan2 hidup lainnya …

      Apa kata syariat kalau mereka2 itu ( para wanita moderen) menyatakan ; ” bersedia jadi budak , siap ,melayani segala hal…. kecuali ngepel dan pekerjaan2 kasar lainya”….. ????

  44. dutabandara mengatakan:

    walah-walah kok malah jadi debat, kan sudah jelas itu didalam alqur’an ya sudah itu aja kita ikuti, jangan ditambah-tambah deh, malah kita jadi dosa ntar yakan?..

  45. cak mul mengatakan:

    Pembantu vs budak beda tipis ya

  46. Amang mengatakan:

    Jdi sohabat yg membeli budak perempuan tdak boleh menjima budaknya itu? karena budaknya kan bukan hasil tawanan dan blum jelas knapa jdi budak… sy kira budak tu org yg diperjual belikan..andai seperti itu maka korban bencana alam apabila ditampung oleh org jahat dan diberi makan lalu dijual maka ketika sampai kpada si penadah sdah jdi budak…atau kaya org yg hidup luntang lantung trus ditampung tengkulak dan dijual kesaudi ketika uang sampai ketangan tengkulakan maka udah jdi budak(tki)…sy kira dulu bgitu… tpi kok jaman sahabat masih ada yg beli budak padahal blum jelas asal usulnya jdi budak entah karena tawanan perang atau mirip seperti tki yg dijual…

  47. Sukarno mengatakan:

    Wah lebih baik punya banyak budak daripada punya banyak istri, saya berharap budak tetap ada hingga sekarang, terutama yang cantik. Amiin…

  48. […] oleh musuh dan terkekang. Sebenarnya kebutuhan biologis siapa yang dipenuhi, budak atau tuannya.http://labbaik.wordpress.com/2007/06/04 … l-quran-2/http://labbaik.wordpress.com/2007/06/04 … […]

  49. […] oleh musuh dan terkekang. Sebenarnya kebutuhan biologis siapa yang dipenuhi, budak atau tuannya.http://labbaik.wordpress.com/2007/06/04 … l-quran-2/http://labbaik.wordpress.com/2007/06/04 … […]

  50. muhammad fahmi nurhifdzi mengatakan:

    Asalamualaikum

    Saya disini hanyalah seorang manusia yang penuh dosa dan saya disini hanya ingin mencari sebuah kebenaran tentang sesuatu yang saya pegang terlebih masalah agama, saya tidak hanya ingin mempercayai sesuatu tanpa adanya alasan yang kuat dan rasional maka dari itu saya mencari kebenaran akan tuhan dan agama

    Saya mempercayai bahwa tuhan itu ada alasan saya adalah karena adanya bumi dan langit, karena segala sesuatu yang ada didunia ini ada pasti karena adanya sesuatu yang menciptakannya contoh meja itu ada karena manusia menciptakannya maka dari itu saya menyimpulkan ga ada segala sesuatu yang tidak diciptakan, jadi langit dan bumi itu ada yang menciptakannya, yang menjadi pertanyaan siapakah dia?

    Yang bisa menjelaskan itu hanyalah agama yang sering di sebut tuhan

    Maka dari itu sekarang saya berpikir agama manakah yang mendekati kebenaran akan tuhan. Saya berpikir mencari suatu kebenaran itu adalah sesuatu yang sangat teramat sulit maka saya berpikir untuk mencari kesalahan di dalam kitab suci agama-agama yang pengkiutnya terbanyak :

    1. Kristen: bagaimana agama ini logis atau tidaknnya sedangkan di dalam bibel saja mengatakan bahwa pelangi ada setelah adanya banjir bah pada masa nabi nuh padahal sudah kita ketahui sendiri bahwa pelangi ada karena pembiasan cahaya. Apabila kitab sucinya yang harus dipegang teguh saja tidak logis berarti agama ini tidak mendekati akan kebenaran tuhan itu sendiri

    2.Yahudi: di dalam kitab sucinya orang yang bukan orang yahudi maka mereka bisa dianggap bukan manusia bisa dianggap mereka itu adalah hewan. Apabila kitab sucinya yang harus dipegang teguh saja tidak logis berarti agama ini tidak mendekati akan kebenaran tuhan itu sendiri

    3.Budha: di dalam budha konsep tuhan itu banyak dan kita bisa tau kebenaran itu hanya ada satu kalo ada kebenaran lain maka salah satunya pastilah salah, contohnya ketika dipersidangan kasus korupsi kemaren sby bilang ga kenal sama bunda a sedangkan bunda a mengaku mengenal sby pasti diantara mereka ada yang berbohong, karena setiap kebenaran hanya ada satu, menurut ahli hukum “semakin banyak yang mengaku kebeneran maka semakin kecil kebenaran itu ada” maka di agama ini bisa disimpulkan bahwa disini kebenaran akan tuhan itu sendiri semakin kecil kemungkinan kebenarannya

    4.Hindu: sama seperti Buddha

    5.I. slam: ada sesuatu yang menakjubkan di dalam agama ini, pedoman dalam agama ini al-quran mengungkap begitu banyak teori yang baru di temukan oleh ilmuan-ilmuan modern saat ini seperti teori yang mengungkap asal-usul langit dan bumi yaitu teori big bang atau teori ledakan besar yang mana alam semesta terjadi karena dari satu bentuk yang sama dan akhirnya meledak dan menjadi sesuatu yang terpisah-pisah yang mana teori ini sekarang kebanyakan menjadi pedoman oleh ilmuan-ilmuan modern saat ini. Dan yang menjadi persoalan adalah kebanyakan orang menganggap bahwa muhammad lah yang menciptakan al-quran itu sendiri. Apakah benar bahwa muhammad lah yang menciptakan al-quran itu? Apabila benar bagaiman seorang yang bahkan tidak bisa membaca dan menulis ini menciptakan berbagai teori yang sangat logis ini? Maka bisa kita simpulkan bahwa muhammad bukanlah orang yang membuat quran itu sendiri. Dan bisa disimpulkan juga bahwa islam lah yang mendekati kebenaran akan tuhan itu sendiri.

    Maka dari itu saya masih memeluk agama islam, akan tetapi setelah saya selidiki lebih lanjut ternyata ada sebuah kesalahan yang saya temukan di dalam agama ini yaitu al-quran surat al-mu’minun ayat yang menerangkan bahwa budak halal untuk disetubuhi, orang islam memperccayai bahwa al-quran adalah pedoman untuk setiap zaman sampai hari kiamat tiba akan tetapi apabila kita melihat ayat al-mu’Minun tadi apakah kita masih bisa memegangnya? Sedangkan kita tau sendiri pada zaman ini tidak ada namanya budak, kalopun ada apakah budak pada zaman ini boleh disetubuhi? Kalo tidak berarti ayat al-quran tentang ini tidak relevan pada zaman ini?

  51. masherlin mengatakan:

    Perbudakan sudah dikenal manusia sejak beribu-ribu tahun yang lalu, dan telah dijumpai di kalangan bangsa-bangsa kuno seperti Mesir, Cina, India, Yunani dan Romawi, dan juga disebutkan dalam kitab-kitab samawi seperti Taurat dan Injil. Di islamlah ada banyak aturan ayat dan hadits untuk menghormati, memuliakan dan menganjurkan untuk membebaskan budak…. Islam sudah punya aturan yg jelas…. Allah lah yang maha mengetahui segala sesuatu, kita hanya manusia yg penuh ketidak tahuan. Tuntut ilmu dan jadikan Alquran sbg dasarnya Insya Allah kita mendapat hidayahNya.

  52. miabieber11 mengatakan:

    Apakah seorang tuan bisa menggauli budak nya tidak termasuk zina?? Bukankah mereka tidak mempunyai ikatan yg sah? Apakah itu tidak diharamkan???

  53. Achmad Gustina mengatakan:

    Pengadilan Kriminal Internasional baru-baru ini mengeluarkan surat penahanan untuk Ahmed Haroun, Menteri Urusan Humanitarian Sudan dan Ali Kosheib, pemimpin milisi Janjaweed yang tersohor (seperti FPI di Indonesia). Pemerintah Sudan menolak menyerahkan keduanya untuk diadili.

    Tuduhan termasuk pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan “penahanan atau perampasan kemerdekaan orang lain.” Perampasan kemerdekaan orang ini adalah persamaan kata dari Perbudakan. Mingguan Mesir Al-Ahram menelaah tidak lama ini di Sudan bahwa: “Perbudakan, yang didukung Muslim fanatik, menghancurkan bagian Barat dan Selatan negara itu.”

    Para Muslim pemilik budak ini khususnya memperbudak non-Muslim, khususnya Kristen. Menurut Coalition Against Slavery di Mauritania dan Sudan (CASMAS), sebuah gerakan perbudakan dan HAM; “Pemerintahan Khartoum sekarang ingin memberlakukan Hukum Syariat pada orang-orang kulit hitam non-Muslim di Selatan, Hukum Syariat yang dijabarkan dan ditafsirkan oleh ulama Muslim konservatif.
    Orang-orang kulit hitam yang menganut Animisme dan Kristen di Selatan telah sering diserang oleh orang-orang Arab di Utara dan Timur, serangan-serangan ini bertujuan menculik mereka untuk dijadikan budak. Orang-orang kulit hitam yang menolak Hukum Syariat ini merasa ada tujuan ekspansi ekonomis, budaya dan agama dibelakang semua ini.”

    BBC melaporkan bulan Maret 2007 bahwa serangan perbudakan “menjadi hal yang biasa di Sudan selama 21 tahun perang Utara-Selatan, yang berakhir tahun 2005. Menurut sebuah studi oleh Institut Rift Valley yang bermarkas di Kenya, sekitar 11 ribu anak muda (lelaki dan wanita) ditangkap dan dibawa menyeberang ke perbatasan – banyak yang dibawa ke Darfur Selatan dan Kurdufan Barat … Mereka dipaksa masuk Islam, diberi nama Muslim dan dilarang bicara dengan bahasa ibu mereka.”

    James Pareng Alier, Kristen Sudan, diculik dan diperbudak ketika berumur 12 tahun. Agama adalah alasan utama atas penculikan ini: “Saya dipaksa belajar Qur’an dan diberi nama Muslim ‘Ahmed’. Mereka bilang bahwa Kristen adalah agama buruk. Setelah diberi pelatihan militer beberapa waktu mereka mengatakan kami akan dikirim untuk bertempur.” Alier tidak tahu dimana keberadaan keluarganya. Tapi sementara budak-budak non-Muslim sering dipaksa masuk Islam, tetap saja mereka tidak dibebaskan dari perbudakan. Boubacar Messaoud pejuang anti-perbudakan menjelaskan: “Kayak punya ternak saja. Jika ada wanita yang jadi budak, keturunannya juga otomatis jadi budak.”

    Pejuang anti perbudakan seperti Messaoud kesulitan melawan perbudakan karena ini sebuah tradisi yang berakar dari Qur’an dan Sunah Nabi (yaitu dilakukan oleh Muhammad). Nabi Muhammad punya banyak budak, dan seperti Injil, Qur’an juga mengakui adanya perbudakan, bahkan memerintahkan pembebasan budak dibawah kondisi tertentu, seperti si majikan melanggar sumpah:
    QS 5 Al-Ma’idah 89

    Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
    Tapi meski memerdekakan budak itu dianjurkan dalam Qur’an, institusi Islam sendiri tidak pernah mempertanyakan/melarangnya.

    Qur’an bahkan memberi kaum pria izin untuk melakukan seks dengan budak wanita:

    QS 23 Al-Mu’minun 1-6
    Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
    (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
    dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
    dan orang-orang yang menunaikan zakat,
    dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
    kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
    Seorang Muslim tidak boleh melakukan seks dengan wanita istri orang lain – kecuali wanita itu budak wanita miliknya:

    QS 4 An-Nisa’ 24
    dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Sejak zaman Muhammad sampai sekarang, kebanyakan budak Islam adalah non-Muslim yang ditangkap dalam jihad. Akademisi terkenal yang ahli dalam hal perlakuan terhadap non-Muslim dalam masyarakat Islam, Bat Ye’or, menjelaskan sistem yang dikembangkan dari penaklukan-penaklukan jihad:

    Sistem Perbudakan jihad mengirim pria dan wanita untuk dijadikan budak secara berkala sesuai dengan perjanjian takluk kepada Khalifah. Ketika Amir menaklukan Tripoli (Libya) tahun 643, dia memaksa orang-orang Yahudi dan Kristen Berber untuk memberikan istri dan anak mereka sebagai budak kepada tentara Arab, ini termasuk pajak jizyah. Ini berlangsung dari tahun 652 sampai kekalahan mereka tahun 1276.

    Nubia juga dipaksa untuk mengirim budak-budak secara berkala ke Kairo. Perjanjiannya termasuk untuk kota-kota Transoxiana, Al-Sijistani, Armenia dan Fezzan (Arab Maghrib) dibawah Umayyah dan Abbasiyah, mereka meminta para budak pria dan wanita. Tapi, sumber utama suplai budak tetap berasal dari penyerangan-penyerangan reguler pada dusun-dusun didalam Dar al-Harb (Wawasan Perang, yakni daerah non-Islam) dan ekspedisi militer yang menyapu lebih dalam lagi ketanah-tanah Kafir, mengosongkan kota-kota dan provinsi dari para penghuninya.

    Sejarawan Speros Vryonis mengamati bahwa “sejak awal perampokan Arab ke tanah orang-orang Rum (Kekaisaran Bizantium), barang jarahan berupa manusia menjadi bagian yang sangat penting.”
    Seraya terus menerus mereka menaklukkan Anatolia, orang-orang Turki menurunkan harkat orang Yunani dan non-Muslim lain ke status budak: “Mereka memperbudak laki-laki, wanita dan anak-anak dari semua pusat pengungsian utama dan dari kampung-kampung dimana populasinya tak berdaya untuk melawan.”

    Sejarawan India K.S. Lal menyatakan bahwa dimanapun para jihad menaklukan sebuah teritori, “disana dikembangkan sebuah sistem perbudakan yang sesuai dengan iklim, wilayah dan populasi daerah itu.” Ketika Muslim menjajah India, “penduduk India mulai dijadikan budak dan di-ekspor keluar India bagi pekerjaan-pekerjaan kasar.”

    Para budak menghadapi tekanan agar masuk Islam. Dalam sebuah analisa teori politik Islam, Patricia Crone mencatat bahwa setelah perang jihad selesai, “tawanan pria bisa dibunuh atau diperbudak … disebar ke RT Muslim, para budak hampir selalu didorong atau ditekan oleh tuannya agar masuk Islam, atau secara pelahan, menjadi terbiasa melihat segala sesuatu lewat mata Muslim, meskipun mereka mencoba untuk melawan.”

    Thomas Pellow, orang Inggris yang diperbudak di Maroko selama 23 tahun setelah ditangkap dari kapal Inggris ditahun 1716, dimana dia bekerja sebagai kabin boy, disiksa sampai dia mau menerima Islam. Berminggu-minggu dia dipukuli dan dibuat kelaparan, akhirnya menyerah setelah penyiksanya bilang “akan memanggang daging dan tulang-tulangnya.”

    Perbudakan diakui eksis sepanjang sejarah Islam, seperti juga di Barat hingga abad lalu. Tapi sementara orang Eropa dan Amerika disorot habis-habisan mengenai perbudakan ini dan akhirnya melarang perbudakan, perbudakan dan perdagangan budak dalam Islam terus berlangsung hingga sekarang dan mengakibatkan banyak penderitaan yang hampir-hampir tidak diperhatikan dan diabaikan.
    Oleh karena itu, betapa ironis bahwa Islam di Amerika justru disajikan kepada orang-orang kulit hitam Amerika, dan Kristen dianggap sebagai “agama perbudakan kulit putih.”

    Para ahli sejarah memperkirakan bahwa perdagangan budak trans atlantik, yang beroperasi antara abad 16 hingga 19, melibatkan sekitar 10.5 juta budak, perdagangan budak oleh Islam di Sahara, Laut Merah dan Laut Hindia mulai di abad ke-7 dan berakhir di penghujung abad 19, melibatkan sekitar 17 juta budak.

    Ketika muncul tekanan untuk mengakhiri perbudakan, tekanan ini datang dari pengikut agama Kristen, dan bukan dari Islam. Tidak ada orang Muslim seperti William Wilberforce atau William Lloyd Garrison.
    Malah, ketika di abad 19 pemerintah Inggris mengadopsi pandangan Wilberforce untuk mengakhiri perbudakan dan mulai menekan mereka yang pro-perbudakan, Sultan Maroko menentangnya dan berkata, “Perdagangan budak adalah perihal yang ada dalam semua sekte dan bangsa, dan disetujui dari waktu ke waktu sejak jaman anak-anaknya Adam … Hingga hari ini.” Dia bilang dia sendiri “tidak sadar hal ini dilarang oleh hukum sekte manapun” dan bahwa ide pelarangan perbudakan karena masalah moral sama sekali omong kosong: “Tak seorangpun perlu mempertanyakan ini, hal ini telah terwujud pada dua belah pihak (budak dan tuan) dan tidak perlu diterangkan, hal ini sama dengan terangnya siang hari.”

    Meski demikian perbudakan terjadi bukan karena umat manusia bersuara bulat setuju, tapi perkataan Muhammad dalam Qur’an yang memastikan perbudakan ini, yang mencekik gerakan-gerakan kebebasan didunia Islam. Perbudakan dalam Islam dilarang hanya karena ada tekanan dari Barat; para Arab Muslim pedagang budak di Afrika diakhiri oleh militer Inggris di abad 19.

    Selain masih dipraktekkan sekarang, baik tertutup ataupun sedikit terbuka di Sudan dan Muritania, ada bukti bahwa perbudakan masih terus berlangsung dibawah permukaan di negara-negara mayoritas Muslim – terutama Arab Saudi, yang melarang perbudakan tahun 1962, Yaman dan Oman, keduanya mengakhiri perdagangan budak tahun 1970. Di Nigeria, larangan ini diabaikan, dan menurut studi seorang Nigeria, sebanyak 1 juta orang masih diperbudak disana.
    Para budak beranak pinak sering karena diperkosa, dan umumnya diperlakukan seperti binatang. Reporter BBC Hillary Andersson melaporkan dari Nigeria Feb 2005:

    “Pemilik budak mendorong para budak untuk beranak pinak agar menambah jumlah mereka, kadang bahkan mereka menentukan kapan harus berhubungan seks. Mereka memperlakukan para budaknya seperti ternak … Ada kasus-kasus dimana para budak ditelanjangi didepan keluarga mereka untuk mempermalukan mereka, kasus dimana budak wanita diperkosa tuannya, bahkan budak lelaki dikebiri oleh tuannya sebagai hukuman.”

    Perbudakan yang diperkuat dan terus menerus diadakan oleh Islam bisa dilihat seketika ketika para Muslim mampu mengimpor institusi perbudakan ini ke Amerika.

    Seorang Saudi bernama Homaidan Al-Turki, contohnya, dituntut 27 tahun penjara minimal, karena memperbudak seorang wanita dirumahnya di Kolorado. Al-Turki menyatakan bahwa dia korban Islamophobia.

    Dia bilang pada hakim: “Yang Mulia, saya disini bukan untuk minta maaf, saya tidak bisa minta maaf atas hal yang tidak saya lakukan. Negara telah mengkriminalisasi kelakuan dasar para Muslim. Dasar tuntutan ini adalah untuk menyerang tradisi Muslim.”

    Bulan berikutnya, seorang pasangan Mesir yang tinggal di California Selatan ditahan dan kena denda, dan kemudian dideportasi, setelah mengaku bersalah memperbudak anak perempuan 10 tahun.

    Bulan januari 2007, seorang atase kedutaan Kuwait di Washington, Walid Al Saleh, dan istrinya dituduh menahan tiga pekerja India beragama Kristen dan memperlakukan mereka selayaknya budak dirumah mereka di Virginia. Salah seorang dari wanita itu bercerita:
    “Saya tidak punya pilihan kecuali terus bekerja bagi mereka meski mereka memukuli saya dan memperlakukan saya lebih buruk dari seorang budak.”

    Semua ini menandakan masalah perbudakan Islam tidak dibatasi hanya pada kejadian-kejadian di Sudan; tapi mengakar lebih dalam dan melebar lebih jauh. PBB dan organisasi HAM mencatat fenomena ini, tapi baru sedikit sekali yang dilakukan untuk melawan perbudakan-perbudakan, atau melawan mereka yang membantu/mentoleran perbudakan.

    PBB telah mencoba menempatkan pasukan perdamaian di Darfur, meski ditentang pemerintah Sudan, tapi protes terhadap perbudakan di Sudan dan tempat lain belum menghasilkan tindakan pemerintah yang berarti bagi praktek-praktek demikian.

    Amnesty International and Human Rights Watch juga mencatat masalah ini, tapi seperti HRW amati, “pemerintah Sudan tidak bergeming akan isu perbudakan, mengklaim bahwa ini hanya masalah persaingan antar suku, yang tidak bisa mereka campuri. Ini tidak benar, karena laporan-laporan banyak sekali datang dari Sudan Selatan, semuanya jelas tidak demikian adanya.”

    (Robert Spencer)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: