Waspadai H.Amos dkk !

Kalau mendengar penulis buku “islami” bernama H.Amos harap tidak salah sangka, huruf H di depan namanya bukan berarti singkatan dari haji, meskipun dia mengaku-aku telah berhaji. H itu singkatan dari nama nashraninya Himar. Himar Amos ini seorang pendeta Nehemia yang mesti diawasi dan diwaspadai. Dialah salah satu pendeta (missionaris) yang sering membikin buku yang ditampilkan samar-samar, agar dibilang islami, apalagi nama pengarangnya selalu dia tulis H.Amos, nama ini mudah membuat ummat Islam terkecoh.
Apa yang dia tulis tentang haji dalam bukunya berjudul “UPACARA IBADAH HAJI” Karya Drs. H. Amos ?. simak tulisannya :“Upacara Ibadah Haji adalah salah satu kewajiban yang ditetapkan dalam rukun Islam yang kelima. Sebab itu sangatlah penting dan berguna untuk diketahui, apa itu rukun Islam. Untuk mengetahui rukun Islam ada baiknya perlu terlebih dahulu memahami rukun Iman yg merupakan dasar prinsip keimanan dari agama bangsa Arab. (hal. 3).

Kalimat-kalimat menyesatkan itu langsung ditanggapi oleh sdr.H.Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus). Huruf H di depan nama Ihsan LS Mokoginta ini adalah benar singkatan dari haji. Beliau ini adalah seorang muallaf yang rajin dan sangat aktif membongkar kebejatan para missionaris yang memusuhi Islam. Berikut ini sedikit kutipan sebagai tanggapan beliau dalam untuk mengkonter serangan pendeta bejat itu :“Dalam tiga kalimat tersebut (pernyataan H.Amos di atas) terdapat dua kesalahan istilah yang mendasar dan sengaja dipakai dalam semua uraian dalam buku berjudul “Upacara Ibadah haji” :

Pertama, menyebut Ibadah Haji (rukun Islam yang kelima) dengan istilah ‘Upacara Ibadah Haji’, ini adalah penghinaan yang nyata kepada umat Islam. Jutaan umat Islam Indonesia dilecehkan H. Amos dengan mengatakan bahwa Ibadah Haji adalah satu bentuk ‘upacara’. Jadi, ibadah haji dikonotasikan seolah-olah bukan dari ajaran Allah, melainkan tata cara ritual buatan manusia. Hanya umat Islam dan jamaah haji yang lemah iman saja yang diam tanpa reaksi terhadap penghinaan murtadin Amos tersebut.

Kedua, mengganti istilah nama ‘Agama Islam’ dengan ‘Agama Bangsa Arab’, ini pun penghinaan yang sangat jelas dan menantang iman kepada umat Islam seluruh dunia. Dengan istilah ‘Agama Bangsa Arab’ ini, murtadin Amos menekankan seolah-olah Islam bukan agama untuk seluruh dunia, melainkan agamanya orang yang ada di Arab saja. Oleh sebab itu, sangat tidak wajar jika Kedutaan Arab Saudi tidak melaporkan pelecehan agama ini kepada pjhak yang berwajib –dalam hal ini pemerintah Indonesia– karena hal ini jelas merupakan pelecehan secara terang-terangan terhadap bangsa, agama dan nabi mereka (Muhammad SAW). Dan jika mereka mengadukan hal ini kepada pihak yang berwajib, umat Islam pasti akan mendukung.

Dari dua point tersebut, jelaslah bahwa yang dimaksudkan H. Amos dalam kata pengantarnya adalah tambahan informasi untuk menyulut api permusuhan antar agama. Drs. H. Amos yang nama aslinya Drs. Agam Poernama Winangun. Setelah pindah iman (murtad) dari Islam ke Kristen pada usia 58 tahun, dia berubah menjadi seorang Kristen Ekstrim. Dengan sangat agresif berusaha agar kaum muslimin lainnya mau mengikuti jejaknya untuk pindah agama.

Ditulisnya buku “Upacara Ibadah Haji” untuk mengelabuhi umat Islam. Dengan cover wajah Islam dan kutipan-kutipan Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang dikacaukan penafsirannya, terkesan seolah-olah buku tersebut ditulis oleh umat Islam untuk kalangan Islam. Padahal isinya murni melecehkan dan menyerang sekaligus menantang agama Islam dan umat Islam. Dikatakannya dalam kata pengantar halaman i bahwa buku “Upacara Ibadah Haji” tersebut disusun sebagai tambahan informasi bagi masyarakat yg akan menunaikan ibadah haji atau yang sudah menunaikan ibadah haji tetapi belum mengetahui tentang makna upacara ibadah haji.

Sementara itu dalam seluruh uraiannya dari Bab I sampai Bab V, semuanya murni melecehkan Islam dan umat Islam. Akhirnya, di bagian penutup (hal. 84), H. Amos berharap agar tambahan informasi bermuatan pelecehan itu dapat diterima dengan baik oleh para pembaca. H.Amos menghimbau agar umat Islam menyadari dan tidak menutup-nutupi kekeliruan dalam hal menyembah Allah serta bertanggung-jawab memperbaiki kekeliruan itu. Alasannya, karena pada dasarnya umat Islam itu menyembah setan, sesuai dengan Al-Qur’an surat Yasin 60.

Saking kerasnya sikap permusuhan yang ditampilkan oleh H.Amos, sehingga H.Ihsan LS Mokoginta menekankan agar ummat Islam tidak tinggal diam, “Kecuali jika yang membacanya adalah muslim abangan, tentu mereka hanya tinggal diam saja, masa bodoh”, demikian pesan beliau.

Sebagai muallaf mantan Kristen yang benar-benar sudah pernah menunaikan Ibadah Haji, kami menyambut baik risalah dari Bpk. Drs. H. Amos tersebut. Sebab risalah itu semakin membuktikan kebenaran firman Allah; “Orang- orang Yahudi dan Nasrani tidak senang kepadamu sampai kamu mengikuti agama mereka” (Al Baqarah : 120). “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yg diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman” (Ali ‘Imran : 100).

Dengan menyadari pemahaman yang sudah korslet tentang Islam, kami berharap kepada Drs. H. Amos cs. agar mulai mengkaji Islam dan membandingkannya dengan Kristen secara proporsional sebagaimana buku-buku yang kami tulis. Perlu diketahui sebelumnya, bahwa buku-buku kami jauh dari sifat emosional, melainkan terdorong oleh perasaan iba dan kasihan kepada Drs. H. Amos yang sudah tidak bisa berpikir sehat lagi. Sebab setelah murtad, beliau dicuci otaknya oleh para pendeta dan missionaris. Mudah-mudahan buku-buku kami banyak manfaatnya”. Demikian H.LS.Mokoginta menambahkan.

[maraji’ : PENDETA MENGHUJAT MUALLAF MERALAT, Penulis : H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Editor : Abu Mumtaz, Setting : Fakta Comp, Penerbit : Forum Antisi pasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) PO Box 1426 Jkt 13014, Cetakan 1, Juni 1999]

Tambahan :
Dibandingkan agama-agama lainnya, Islam dan Kristen memiliki potensi paling kuat untuk melahirkan konflik antar agama. Konflik ini terjadi karena adanya gesekan Dakwah Islamiyah dan Missi Kristenisasi. Untuk mengatasi gesekan kedua agama tersebut, bukan Dakwah dan Missi yang harus dilarang dan dihilangkan. Sebab membela dan menyebarkan keyakinan agama kewajiban.

Di sini, kedua agama dituntut untuk berbesar jiwa dan berlapang dada untuk sama-sama tidak mengganggu agama orang lain. Nampaknya, pihak Kristen tidak bisa menyepakati statemen ini. Mereka lebih suka menempuh teori Machiavelli, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Teori Machiavelli sangat berbahaya. Karena untuk tujuan kesejahteraan, caranya boleh merampok, untuk kemakmuran boleh menipu, untuk hidup boleh membunuh, untuk membenarkan keyakinan boleh mencaci maki, mencela dan melecehkan keyakinan agama lain. Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa cara inilah yang sering kali dipakai para missionaris untuk menyebarkan Injil dan kekristenan. Di desa Langensari, Lembang, Bandung, Yayasan Sekolah Tinggi Theologi (STT) Doulos meyebarkan Kristen dengan cara merusak moral terlebih dahulu. Di sana, para pemuda usia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obat terlarang sampai kecanduan berat. Setelah kecanduan, para pemuda harapan bangsa itu dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan sambil dicekoki Injil supaya murtad dari Islam. –
(lihat : Republika, 10 dan 12 April 1999).

note : artikel di atas telah dimuat dalam Mukaddimah Labbaik, edisi : 035/th.04/DzulQoidah–DzulHijjah 1428H/2007M

Satu Balasan ke Waspadai H.Amos dkk !

  1. Assalam Mualaukin mengatakan:

    Orang- orang Yahudi dan Nasrani tidak senang kepadamu sampai kamu mengikuti agama mereka” (Al Baqarah : 120). “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yg diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman” (Ali ‘Imran : 100)

    alquran isinya menghujat agama lain ??????????

    jauh dari emosional?? dibacapun, udah keliatan emosional bgt oq,, masih berdalih…

    emang ga ada ya darikitab anda yang isinya rada berguna dikit??? selain membahas kitab yang lain?? ato membahas cari istri yang banyak kali ya?? asik tuh mgk..wkwwkkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: