Laa royba fiihi…..

“Dzaalikal kitaabu laa royba fiihi”, artinya : Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya. Kutipan dari sebagian ayat 2 surat Al Baqarah ini cukup dikenal kalangan yang biasa mempelajari islamologi, yakni para orientalis dan missionaris. Bagi umat Islam, kalimat itu dapat meningkatkan keimanan terhadap Al Qur’an, karena kata “laa royba fiihi” merupakan salah satu dalil yang menjamin kebenaran semua isinya, tak ada yang perlu diragukan !. Bahkan merupakan satu-satunya kitab suci yang secara tegas mencantumkan jaminan kebenaran tersebut.
Namun tidak demikian halnya bagi kalangan orientalis dan missionaris, kata “laa royba fiihi” justru membuatnya tidak suka dan dengki. Dari niat awalnya mempelajari islam yang sudah salah, yakni dilandasi dengan sikap yang anti islam, dan mempelajari islam hanya untuk mengorek-ngorek kelemahannya, maka kata “laa royba fiihi” itu merupakan ganjalan bagi semua langkah mereka.

Para orientalis dan missionaris tersebut dengan segala daya telah mencurahkan usaha untuk menggoyahkan keyakinan manusia, khususnya terhadap ummat Islam, agar timbul keraguan terhadap kebenaran Al Qur’an. Mereka membangun sekolah-sekolah bergengsi, mendatangkan pengajar-pengajar bertitel tinggi, mengobral beasiswa bagi umat islam yang kelihatan vokal, agar nantinya setelah lulus memiliki rasa bangga terhadap almamaternya dan diharapkan bisa menyambung suara mereka. Para orientalis dan missonaris itu mampu menyusup dalam berbagai bidang, baik dunia politik, keamanan, budaya, dll. Bahkan pura-pura menjadi muslim pun mereka sudi melakukannya.

Tercatat sederet nama para orientalis-missionaris yang telah berusaha mengutak-utik kesucian Al Qur’an, antara lain :

Gustav Fluegel (1834), orientalis Jerman, yang menerbitkan ‘mushaf’ dengan judul Corani Textus Arabicus, dan sempat dipakai “tadarrus” oleh sebagian aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL).
Theodor Noeldeke (1860) menerbitkan Geschichte des Qorans, sebuah karya yang berusaha merekonstruksi ulang sejarah Al Qur’an.
Alphonse Mingana (1927) pendeta Kristen asal Iraq, guru besar Universitas Birmingham Inggris, mengatakan bahwa “sudah tiba saatnya melakukan kritik teks Al-Qur’an sebagaimana yang telah kita lakukan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa Ibrani-Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani”. Dan masih ada beberapa nama lagi yang tak mungkin dirinci dalam selembar mukaddimah ini.

Menghadapi musuh dari kalangan berpendidikan tinggi, tentu harus berbekal ilmu yang tinggi pula. Salah satu tokoh Islam bernama Prof.Dr.Muhammad Mustafa Azami sangat layak disebut sebagai salah satu pejuang Islam abad ini. Beliau seorang ulama, pemikir, peneliti, juga menulis berbagai karya yang diakui banyak kalangan sebagai karya tulis bermutu tinggi, sehingga pada tahun 1980 sempat mendapat hadiah international dari raja Faisal untuk bidang studi Islam. Karya-karyanya yang bermutu tinggi membuat banyak kalangan menjulukinya dengan bermacam predikat. Beliau dijuluki sebagai Pembela Eksistensi Hadits karena berhasil meruntuhkan argumentasi orientalis yang menolak hadits-hadits Nabi SAW. Dijuluki Spesialis Penakluk Orientalis, karena berhasil mematahkan tesis-tesis orientalis yang terus berusaha mendiskreditkan penafsiran Al Qur’an, bahkan memalsukan teks-teksnya.

Dan dari karya spektakulernya berjudul “The History of The Qur’anic Text”, guru besar Studi Islam di Universitas Raja Saud, Riyadh-Saudi Arabia ini benar-benar menunjukkan kemahirannya dalam mematahkan serangan para orientalis. Prof Azami mampu menjawab berbagai permasalahan dengan sangat ilmiah, obyektif dan terperinci perihal sejarah teks Al Qur’an, yang mana selama ini sering mendapat kecaman dan gangguan dari para orientalis terkemuka. Buku beliau ini sangat layak dimiliki setiap muslim, karena di dalamnya tercakup berbagai fakta dan argumentasi yang sangat meyakinkan mengenai keaslian teks-teks Al Qur’an. Wallahu a’lam.

[dari : Mukaddimah Labbaik, edisi : 034/th.04/Sya’ban-Ramadhan 1428H/2007M]

Iklan

One Response to Laa royba fiihi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: