Anjuran tetap berakhlak mulia dan sabar dikala sakit

[Oleh : K.H. Abdullah Gymnastiar]

Mudah-mudahan kita semua dikaruniai nikmatnya bersabar, karena kesabaran begitu tinggi nilainya dalam Islam. Kedudukan seseorang di sisi Allah, keakraban seseorang dengan Allah bisa ditempuh dengan kesabaran, Innallaha maas shobirin, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. (QS.Al baqarah : 153)

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai kunci pembuka pertolongan Allah. Adalah salah jika kita mengatakan bahwa sabar itu ada batasnya, berarti kita membatasi pahala. Mengatakan sabar itu ada batasnya, mencerminkan kita kurang sabar dalam bersabar. Sabar akan membuahkan pesona yg tiada terputus, oleh karenanya jika kita ingin menikmati kehidupan, kita harus menikmati setiap kejadian karena orang yang beriman tidak pernah merasa rugi. Diberi nikmat dia bersyukur, diberikan musibah dia bersabar. Syukur berarti kebaikan bagi dirinya, sabar juga kebaikan bagi dirinya. Maka tidak ada yang harus kita takuti dalam hidup ini, kecuali kita tidak punya rasa syukur dan tidak punya rasa sabar.

Asma Allah yang bersesuaian adalah “As-Shobur”, kata Shobur terambil dari kata shod, ba’ dan ro’ , maknanya asalnya adalah menahan ketinggian sesuatu atau sejenis batu yang amat keras, jadi seseorang yang mempunyai kemampuan menahan diri adalah termasuk orang-orang yang sabar.

Sabar bagi manusia bukan berarti pasrah, sabar adalah kegigihan kita untuk tetap berpegang teguh kepada ketetapan Allah. Jadi kesabaran itu adalah sebuah proses aktif, kombinasi antara ridho dan ikhtiar. Kesabaran bukan proses diam dan pasif melainkan proses aktif yaitu akal aktif, tubuh aktif dan iman yang aktif. Justru dari musibah yg disikapi dengan sabar akan lahir rahmat dan tuntunan dari Allah.

Ditimpa musibah sakit, misalnya. Semua orang pernah sakit, bahkan orang yang tidak pernah sakit mungkin saja dia tidak disukai oleh Allah. Sakit adalah bagian dari penggugur dosa. Rosullullah bersabda dalam sebuah hadis, “Tidaklah seseorang merasakan sakit dihina atau tertusuk duri kecuali Allah menggugurkan dosanya, bagai gugurnya daun-daun”, jadi proses sakit itu proses pengguguran dosa. Bagaimana sabar menghadapi sakit ?

Yang pertama, kalau kita suatu saat diuji dengan sakit, kita harus sadar bahwa kesabaran pertama yang harus dimiliki adalah sabar Husnuzon (berbaik sangka) kepada Allah, karena seburuk-buruk perilaku adalah berburuk sangka kepada Allah. Husnuzon karena tubuh kita adalah milik Allah, bukan milik kita. Kalau Allah mau membuat penyakit pada diri kita, sehebat apa pun diri kita tetap sakit. Allah berkuasa terhadap diri kita dan Allah mudah berbuat apa saja. “Allah Tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.” Yang menciptakan semua syaraf kita adalah Allah dan Allah tahu rasa sakit yang kita pikul karena dia yang menciptakan sakit.

Sabar yang kedua adalah sabar untuk tidak mengeluh. Sebenarnya menceritakan penderitaan kita kepada orang lain adalah mencerminkan ketidaksabaran, apalagi jika kita menceritakan sesuatu seakan lebih dari kenyataan. Hati-hati menceritakan penderitaan kepada orang lain sebab jika tidak hati-hati bisa menjadi kufur nikmat, sepertinya mengadukan perbuatan Allah yang Maha Agung kepada manusia, mahluk yang lemah. Jangan keluh kesah apalagi sampai mendramatisir, jangan sampai memprotes perbuatan Allah yang Maha Adil. Sakit tidak membuat seseorang jadi hina kalau disikapi dengan akhlak yang mulia.

Sabar yg ketiga adalah sabar mentafakuri hikmah sakit. Tidak ada perbuatan Allah yang sia-sia, semua presisi. Setiap sakit itu ada hikmahnya, maka evaluasi dan renungkanlah, mungkin kita terlalu sibuk, dikasih sakit, sehingga kita bisa istirahat. Kita sakit berada di kamar, bayangkan saudara kita yang sakit di kolong jembatan, yang tidak punya tempat tidur. Tafakuri, ketika kita gagah dan hebat, dikasih sakit diare saja bisa menjadi lemas. Harusnya setiap sakit dapat meningkatkan kesadaran kita bahwa kesehatan itu amat berharga.

Sabar yang keempat adalah bersabar ketika ikhtiar. Ketahuilah bahwa yang menyembuhkan itu bukan dokter, bukan paranormal, yang menyembuhkan itu hanya Allah, karena Dia yang paling tahu penyakit kita, “Tiada musibah menimpa kecuali karena izin Allah.” Ketika kita sudah berobat ke sana sini tapi tidak juga sembuh, tidak akan rugi sebab akan menjadi amal. Barangsiapa ridho kepada ketentuan Allah, maka Allah akan ridho, hidup terus maju, ikhtiar saja.

Sabar yang kelima, sabar untuk berniat sembuh dan punya niat untuk beribadah. Milikilah tekad untuk mengisi rasa sehat yang Allah karuniakan dengan meningkatkan ibadah. Jangan sampai kita tidak punya visi tentang bagaimana menggunakan kesehatan. Tidak sedikit orang terangkat derajatnya karena sakit atau cacat, bahkan ada orang yang cemerlang justru karena kebutaannya, karena seburuk-buruk penyakit justeru hati yang sakit.
Oleh karena itu, waspadalah jangan sampai kesehatan ini mengecoh kita. Dengan sehat tapi banyak maksiat, itu jauh lebih berbahaya dibanding sakit yang bisa membuat kita dekat dengan Allah. Tidak ada musibah yang terburuk kecuali orang yang tidak punya rasa syukur dan tidak punya kemampuan bersabar.
[dari : http://www.detik.com]

http://faisal.winwinfaisal.info/isi.php?II=30″

Pengobatan Jarak Jauh Lewat Televisi, Apakah Menggunakan Jin ?

Tanya : Assalamualaikum Wr. Wb.
Akhir-akhir ini di televisi sering diadakan pengobatan alternatif jarak jauh lewat televisi. Dalam tayangan itu, si penyembuh meminta pada si penelpon (pasien) untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu, sehingga sakit yang diderita pasien bisa sembuh. Apakah orang tersebut (ahli pengobatan) menggunakan jasa jin ? Bagaimana pandangan Islam tentang hal ini ?. Mohon penjelasan dari pak Ustadz. Jazakumullah khairan katsira.
Wassalamualaikum Wr. Wb. – Mahatir

Jawaban :
Wa’alaikumsalaam wr. wb.
Saudara Mahatir, terlepas dari apa yang dilakukan si pengobat itu di televisi dan terlepas siapa dia. Tapi dalam Islam ada kajian-kajiannya tentang pengobatan jarak jauh. Pada dasarnya, pengobatan ruqyah syar’iyyah adalah pengobatan langsung tatap muka berhadapan antara pengruqyah dengan si pasien. Sebagaimana yang dilakukan oleh seorang sahabat Usman bin Abdil ‘Ash, di mana ketika ia mengalami gangguan yang disebabkan oleh jin, yang mengganggu konsentrasinya dalam sholat, maka ia pergi ke Madinah untuk bertemu dengan Nabi SAW dan mengadukan masalahnya. Kemudian ia meminta didoakan dan diruqyah oleh Nabi SAW. Padahal untuk bertemu Nabi SAW harus menempuh perjalanan yang sangat jauh, hal ini menunjukan bahwa usahanya harus datang ke Madinah untuk bertemu langsung dengan Nabi SAW, lalu diruqyah dan sembuh.

Masalahnya sekarang, karena teknologi sudah canggih seperti adanya handphone dan telepon. Jadi intinya bacaan ruqyah itu sampai ke telinga si pasien, sebagian ulama pun memfatwakan bolehnya ruqyah mulalui telepon, karena suaranya sampai. Atau melalui televisi, di mana si Ustadz membacakan ayat di televisi dan si pasien di rumah mendengarkannya, artinya ada suara yang sampai. Di luar itu, kalau kemudian ada gerakan tertentu atau jurus-jurus tertentu yang harus dilakukan, bahkan harus menempelkan tangan di layar kaca TV menunjukan indikasi bahwa ilmu yang dipakai si pengobat tidak benar, karena tidak ada dalam syariat Islam. Biasanya ilmu yang ditransfer jarak jauh menggunakan bantuan jin. Transfer ilmu jarak jauh, mengobati lewat telepon tanpa membaca ayat ruqyah. Namun kalau sifatnya hanya merupakan senam kesegaran jasmani, itu namanya senam. Tapi, kalau kemudian ada disebutkan pengobatan alternatif yang menggunakan gerakan, dan tidak ada kajian medisnya. Maka hal itu tidak ada dalam kajian Islam, karena pada ruqyah pun tidak ada gerakan-gerak atau jurus tertentu. Biasanya yang memakai gerakan atau jurus tertentu, ada dalam ilmu perdukunan. Demikian kesimpulan dari saya, dan itu terlepas dari siapa yang ada di televisi tersebut. Wassalaam, –
(dijawab oleh : Ustadz Budi Ashari)

http://www.eramuslim.com/i.php/ksl/view/018b.htm
note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 033/th.04/Rajab-Sya’ban 1428H/2007M

Iklan

2 Responses to Anjuran tetap berakhlak mulia dan sabar dikala sakit

  1. abu muhammad berkata:

    kunjungi http://ruqyah-online.blogspot.com jika ingin tahu lebih banyak mengenai ruqyah syar’iyyah, hakikat ilmu metafisik, hakikat tauhid dan syirik, hakikat ilmu ghoib, belajar hijamah dan lain sebagainya

  2. ghion berkata:

    Assalamualaikum. . .
    numpang singga ya !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: