Yahudi Sama Sekali Tidak Punya Hak atas Al-Quds

Al-Azhar : “Bangsa Yahudi Sama Sekali Tidak Punya Hak atas Al-Quds”

Otoritas tertinggi Muslim Sunni, Al-Azhar menegaskan bahwa Yahudi sama sekali tidak punya hak apapun yang dikaitkan dengan agamanya terhadap kota Al-Quds. Ketua Komite Dialog Antar Umat Beragama Al-Azhar, Sheikh Fawzi El-Zefzaf menyatakan, tidak ada istilah hak-hak suci di Al-Quds. “Al-Quds merupakan hak bangsa Palestina dan harus dikembalikan pada bangsa Palestina,” tegasnya.
Pernyataan itu dibenarkan oleh Profesor bidang agama Ibrani di Universitas Al-Azhar, Mohammad Abu Ghadir. Menurutnya, penggalian dan penelitian-penelitian geologi telah membuktikan bahwa Yahudi tidak punya hak untuk mengklaim tempat-tempat suci di Al-Quds. “Para ahli arkeologi Israel bahkan tidak pernah berhasil membuktikan bahwa ‘Tembok Ratapan’ adalah bagian dari apa yang disebut kuil Solomon,” papar Abu Ghadir. “Celakanya, dunia sudah salah meyakini bahwa orang Yahudi benar-benar memiliki tempat-tempat suci di Al-quds seperti halnya umat Islam dan Kristen, karena kuatnya kampanye dan propaganda media Israel (dan media-media milik orang kafir) yang mengaburkan fakta sejarah,” tambahnya.

Persoalan Al-Quds makin mengemuka, menyusul laporan sejumlah media massa kafir tentang akan diselenggarakannya sebuah konferensi yang akan melibatkan pemuka agama Islam, Kristen dan Yahudi untuk membahas tentang hak-hak berdasarkan agama masing-masing atas kota suci Al-Quds. Para petinggi di Al-Azhar sudah menyatakan menolak untuk ikut dalam konferensi tersebut. Sumber resmi di Al-Azhar mengatakan, Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Mohammad Sayid Tantawi tidak pernah menerima undangan untuk konferensi semacam itu. Sumber itu menegaskan, pendirian Al-Azhar tidak akan berubah untuk menolak segala bentuk dialog dengan Yahudi berkaitan dengan masalah Al-Quds. “Karena itu masalah ini masih menjadi perselisihan dan belum diselesaikan di arena politik,” katanya.
Ketua Komite Dialog Antar Umat Beragama Al-Azhar, Sheikh Fawzi El-Zefzaf, lebih lanjut mengatakan pihaknya tidak punya bayangan tentang penyelenggaraan pertemuan tersebut. Menurutnya, umat Islam tidak bisa dipaksa untuk melakukan dialog dengan Yahudi sementara Israel terus melakukan agresi terhadap bangsa Palestina.
“Kalau mau duduk dan bicara soal agama, pertama sekali, anda harus menghentikan agresi terhadap tempat-tempat suci yang bukan menjadi hak Israel. Israel sering kali melakukan serangan terhadap mesjid Al-Aqsa,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Dekan Fakultas Ilmu Hukum Islam di Universitas Al-Azhar, Manei Abdel Halim. Ia mengatakan, tidak seorang pun yang akan mengabaikan hak-hak keagamaan bangsa Yahudi sepanjang mereka tidak melampaui hak-hak orang lain. “Tapi, sekarang ini, Israel sedang berusaha untuk mengklaim hak mereka atas mesjid Al-Aqsa, yang merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam. Umat Islam harus bergerak dan melindungi mesjid mereka serta memegang kendali di Al-Quds,” papar Abdel Halim.
Ambisi Israel untuk menguasai mesjid Al-Aqsa makin jelas setelah pada tanggal 16 Maret kemarin, saluran dua televisi Israel menayangkan sebuah video pertemuan rahasia para pendeta Yahudi dan kelompok ekstrimis kanan Yahudi, yang sedang membahas cara-cara menguasai kompleks mesjid Al-Aqsa. Beberapa bulan terakhir, badan keamanan Israel, Shin Bet sudah mengungkapkan kekhawatirannya akan kemungkinan serangan misil atau serangan udara yang akan dilakukan oleh individu atau kelompok Yahudi terhadap Al-Aqsa. Pasukan Israel sendiri, sudah beberapa kali menyerang Al-Aqsa dan terlibat bentrok dengan jamaah Muslim di mesjid itu. Yang pasti, selama ini Israel sudah melakukan berbagai cara untuk menguasai kompleks mesjid Al-Aqsa. Antara lain dengan membuat terowongan di bawah tanah. Para pakar arkeologi mengingatkan, tindakan Israel itu akan melemahkan pondasi mesjid Al-Aqsa dan bisa membuat mesjid itu tidak kuat guncangan gempa. Salah satu bagian pintu gerbang utama Al-Aqsa sudah runtuh pada bulan Februari 2004, akibat aktivitas penggalian yang dilakukan Israel.

Bangsa Yahudi Israel mengklaim bahwa kuil Solomon, tempat suci agama Yahudi, berada di dibawah Al-Haram Al-Sharif, yang meliputi lokasi wilayah mesjid Al-Aqsa. Bagi umat Islam, tempat ini sangat penting karena Al-Haram Al-Sharif menjadi kiblat pertama, petunjuk arah sholat bagi umat Islam dan menjadi tempat suci ketiga setelah Ka’bah di Mekkah dan mesjid Nabi Nabawi di Madina, Arab Saudi. Keberadaan mesjid Al-Aqsa sendiri tidak bisa dilepaskan dari peristiwa bersejarah bagi umat Islam yaitu, Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. – (dari : eramuslim).

http://www.agus-haris.net/modules.php?name=News&file=article&sid=515
note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 032/th.03/Jummadil Akhir-Rajab 1428H/2007M

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: