L a l a i . . .

Dengan tidak menyangkal kenyataan banyaknya hal yang baik dan indah di dunia ini. Namun secara etimologis kata ‘dunya’ (dunia) dalam bahasa Arab diturunkan dari akar kata ‘daniy’, yang berarti “sederhana”, “remeh”, “rendah”, dan “tidak berharga”. Jadi, kata ‘dunia’ dalam bahasa Arab secara inheren mencakup sifat-sifat ini, misalnya, kenikmatannya membuat lalai, kenikmatannya menipu, dll. “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS.Al Hadiid : 20)

Meski telah berulang-kali ulama mengingatkan agar manusia tidak terlena oleh dunia, tetap saja kebanyakan manusia tergila-gila mengejar dan menilai dunia ini terlalu tinggi. Mereka merasa senang dan puas dengan apa yg mereka miliki di dunia. Hingga perilakunya telah memalingkan terhadap iman kepada akhirat. Padahal Allah menyatakan bahwa akhir yg memilukan telah menunggu mereka. “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya adalah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS.Yunus : 7-8)

Sebaliknya bagi seorang mukmin, berbagai tempat dan perhiasan yg indah di dunia ini hanyalah ‘gaung’ dari yang sebenarnya di surga. Keberadaan dunia membuat seorang mukmin memikirkan surga dan merasakan rindu untuk bisa memasukinya. Meski sepanjang hidupnya di dunia, sangat mungkin menderita kesulitan dan kesedihan; namun mukmin sejati meletakkan kepercayaannya kepada Allah dan dengan sabar menanggung penderitaan apa pun yang menimpa. Lebih dari itu, ia akan menyadari bahwa itu merupakan jalan untuk memperoleh kenikmatan yang hakiki dari Allah, sikap demikian telah memberikan kelegaan khusus dalam hatinya. Bagi seorang mukmin, dunia merupakan tempat untuk menguji semua manusia, maka manusia perlu dihadapkan pada beberapa kesulitan. Kelaparan, kehausan, kehilangan harta, penyakit, kecelakaan, dan sebagainya yg mungkin menimpa mereka, kapan pun juga. Kemiskinan, juga bentuk-bentuk kesulitan atau kemalangan lainnya mungkin terus menimpa mereka. Dan seorang mukmin sejati tidak akan takut atau bersedih. Mereka total mengimani ayat-ayat yang membuat iman mereka tetap kokoh. “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan pendirian orang-orang yang telah beriman” (QS.Al Anfaal : 12). Orang mukmin menyadari bahwa Pencipta mereka “tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya” (QS.Al A’raaf : 42). Mereka paham bahwa “Allah telah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS.Al Qamar : 49). Mereka akan tetap tabah dan tawakkal apa pun yang menimpanya. “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal” (QS. At-Taubah : 51). Dan meletakkan kepercayaan sepenuhnya hanya kepada Allah. “Tidak ada kerugian bagi mereka” karena “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung” (QS. Ali Imran : 173-174).
Semoga kita mampu meneladani sikap mukmin sejati sebagaimana digambarkan di atas , tidak ikut lalai dan terperangkap kenikmatan dunia sebagaimana dialami orang-orang kafir. ”Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS.Al-A’laa : 16-17)
Wallahu A’lam.

[dari : Mukkadimah Labbaik edisi no.30, Jumadil Awwal 1428H / Mei 2007]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: