Mereka Takut Kalau Umat Islam Bersatu

Kekafiran adalah agama yang satu, kerja sama di antara mereka suatu keniscayaan. Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.” (Al-Jaatsiyah: 19).

Segala upaya dipadukan AS untuk menghancurkan Islam. Apalagi, setelah mereka merasa menang dalam perang dingin dengan Rusia, maka satu per satu wilayah yg sebelumnya dicengkeram Rusia pun berguguran dan komunisme pun bubar. Melalui penasihatnya, Sammuel Hungtington mengatakan, musuh yang harus dihancurkan selanjutnya adalah Islam dengan segala kekuatannya. Berdasar ‘nasehat’ inilah semua langkah disusun. Melihat gulung tikarnya Rusia karena perjuangan mujahidin, maka AS berusaha menghancurkan para mujahidin itu dengan mempersempit semua langkah geraknya. Terutama, setelah peranan mujahidin terlihat jelas dalam perjuangan mereka membantu saudara-saudara sesama muslim yg mengalami etnic cleansing di Bosnia, perjuangan Kashmir, perjuangan di Filipina Selatan, dan sebagainya. Maka, dicarilah jalan untuk menghancurkan mereka. Hasil akhir analisa Samuel yg berkesimpulan Perang Terhadap Islam, menguatkan rekayasa 11 September sebagai entri point untuk menyatakan perang total terhadap terorisme internasional, yaitu Islam.

Mereka telah berhasil sedemikian rupa untuk mempengaruhi opini dunia bahwa yg diperjuangkan seakan betul-betul membasmi terorisme. Padahal, kenyataan membuktikan bahwa AS adalah sumber terorisme dalam infasinya ke negara-negara berdaulat, seperti Afghanistan, Irak, Somalia, dan sebagainya. Begitu pula dengan Israel yang selalu mendapat dukungan dari veto AS di PBB. Teroris Israel mendapat dukungan luar biasa dari wakil AS di PBB. Begitulah keadaan yang berlangsung di pentas dunia, tanpa ada yang bisa menghentikan langkah-langkah mereka, termasuk PBB sendiri yang bermarkas dan banyak disuplai dana oleh AS.

AS yg dikuasai oleh lobi-lobi Yahudi Internasional telah bekerja sama dengan salibisme internasional dan pemerintah-pemerintah sekuler yg didukung oleh ulama ulama suu’ (ulama yang jahat) berikut jajaran intelejen yang canggih. Mereka berusaha keras melumatkan kekuatan umat Islam. Tidak jarang sebagian tokoh Islam ikut-ikutan menyudutkan umat Islam, padahal mereka mengaku sebagai seorang muslim. Kekuatan memang tidak seimbang, tetapi Allah SWT selalu membela hamba-hamba-Nya yang ikhlas berjuang karena-Nya, sehingga tidak ada istilah menyerah, apalagi pensiun berjuang. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7).

Sejak melemahnya umat Islam pada abad ke-16 M di bawah dinasti Utsmaniyah di Turki, Shafawiyah di Iran dan Moghol di India, maka dimanfaatkan oleh blok-blok kafir untuk menjajah wilayah-wilayah Islam, termasuk Indonesia oleh Portugis dan Belanda. Mereka merusak umat Islam dengan tiga cara : (1) menjajah fisik dengan senjata, (2) menjajah agama dengan kristenisasi, dan (3) mmenjajah otak dengan orientalisme.

Penjajahan fisik berakhir dengan merdekanya wilayah-wilayah jajahan, tetapi kristenisasi dan orientalisasi tetap berjalan. Meski demikian, perkembangan Islam semakin pesat dan kekuatannya semakin mantap, baik dari segi sumber daya alam maupun manusianya yang menunjukkan kebangkitan umat Islam di segala bidang. Hal itu menjadikan blok kafir bersatu untuk menghadang kekuatan Islam yang oleh mereka dianggap sebagai ancaman serius, terutama karena faktor agama. Maka, keluarlah dari mulut George Bush sebuah pernyataan bahwa ini adalah perang salib (crusade), walaupun kemudian menarik lagi ucapannya, karena takut umat Islam jadi bersatu.

(Oleh: Farid Ahmad Okbah, MA., Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad Al-Islamiyyah)
PUSAT INFORMASI DAN KOMUNIKASI ISLAM INDONESIA – http://www.alislam.or.id

note :“Dan berilah peringatan kepada kerabatmu terdekat” (QS.Asy-Syu’araa : 214) “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS.Adz-Dzaariyaat : 55)

note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 028/th.03/DzulHijjah-Muharram 1428H/2007M

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: