NABI MUHAMMAD DALAM KITAB ORANG-ORANG KAFIR (bag.4)

Dalam pembicaraan yang telah lalu, hanya tersimpul dalam Taurat Musa, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, maka khusus mengenai Muhammad ini, terpaksa kami, akan membuka buku-buku suci yang lainnya pula, seperti kitab Weda, kitab suci ummat Hindu yang usianya sudah 2.500 tahun, sejak lahirnya Sang Sidharta Gautama (623 – 543 SM), bahkan mungkin lebih lama lagi. (Hindu usianya lebih tua daripada Budha, sedangkan Sidharta Gautama adalah pembawa agama Budha). Didalam kitab Weda konon ada tertulis: “Hai sekalian manusia, dengarkanlah berita penting ini. Nanti aku bangunkan seorang laki-laki yang terpuji diantara manusia.” Laki-laki terpuji dalam bahasa Arab disebut “Muhammad.”

Meskipun tafsiran ini mungkin benar, tetapi saya kira belum ada kekuatan sama sekali, sebab dalam masa 2.500 tahun itu telah banyak bermunculan laki-laki terpuji dan orang-orang popular seperti Selon, Zarahudza, Socrates, Aristoteles, Iskandar Zulkarnain, Yesus, Darius yang Agung, Napoleon, Hitler dan masih seribu nama lagi barangkali. Untuk kita mengetahui , “laki-laki terpuji yang mana yang dimaksudkan,” maka baiklah kini kita baca dalam kitab Beha Pesiyaporana (kitab Hindu) yang bunyinya :

“Pada masa itu datanglah seorang laki-laki dari tanah Arab namanya Akhmad bergelarkan Muhammad, dan dia akan mendapatkan penolong-penolong. Hai orang-orang Arab, hai tuan-tuan seluruh alam ini, kepada engkaulah taqdis (penghormatan)Ku yang suci. Hai orang-orang yang mengadakan beberapa jalan yang banyak untuk membinasakan sekalian syaithan, dan dunia ini, kepada engkaulah taqdisKu.”

Suatu keterangan berharga, yang sayangnya tetap tersembunyi, sebab adanya peraturan kasta-kasta, dimana yang berhak membaca Weda hanyalah kaum Brahmana saja, sedangkan bagi orang diluar Brahmana, sangat tabu, apalagi bagi kasta Paria dan Sudra, bila saja membaca Weda atau mendengarkan ayat-ayatnya sekalipun, dapatlah ia dihukum mati. Mereka, kaum Brahmana kuatir, kalau-kalau kasta lainnya diperbolehkan membaca Weda, akan jatuhlah martabat dirinya, bahkan mungkin akan pula terbuka beberapa ajaran-ajarannya yang salah.

(sumber : MENGAPA SAYA MASUK AGAMA ISLAM dan MENGAPA SAYA MENGAKUI MUHAMMAD SEBAGAI RASUL ALLAH S.W.T. – oleh: ZULKARNAIN (Eddy Crayn Hendrik), Penerbit: C.V. “RAMADHANI” – Semarang , Penyiar: “AB. SITTI SYAMSIYAH” – Sala
http://media.isnet.org/antar/Eddy/DalamHindu.html

note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 022/th.02/Rabi’ul Awwal-Rabi’ul Tsani 1427H/2006M

2 Balasan ke NABI MUHAMMAD DALAM KITAB ORANG-ORANG KAFIR (bag.4)

  1. BUDI mengatakan:

    boleh saya minta copy dari Beha Pesiyaporana (kitab Hindu) yang ada punya. terima kasih..

  2. labbaik mengatakan:

    Anda bisa menghubungi penerbit, yakni C.V. “RAMADHANI” – Semarang , karena sebelum buku “MENGAPA SAYA MASUK AGAMA ISLAM dan MENGAPA SAYA MENGAKUI MUHAMMAD SEBAGAI RASUL ALLAH S.W.T. – oleh: ZULKARNAIN (Eddy Crayn Hendrik)” dicetak, tentu berbagai berkas aslinya harus diserahkan dan dipelajari dulu oleh penerbit. Semoga Anda bisa mendapatkannya di penerbit tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: