Mewaspadai Gejala Pembusukan Aqidah

Mereka membuka kursus-kursus gratis, bimbingan belajar yang berbau Islam, menawarkan pekerjaan asal mau masuk agama mereka. Di Jawa Barat pemurtadan dilakukan dengan menyamar sebagai relawan bimbingan belajar untuk pelajar SD dan SLTP, mereka menggunakan nama-nama berbau Islam agar mudah diterima masyarakat muslim, tetapi setelah lama melakukan bimbingan belajar mereka membuka kedoknya untuk membelokkan akidah anak-anak muslim. ( Republika, 15 Juli 2004)

Pembangunan gereja di lingkungan mayoritas Muslim, sementara jemaatnya didatang kan dari luar wilayah tersebut. Datang ke rumah sakit-rumah sakit untuk mendoakan pasien muslim dengan cara agama mereka. Kristenisasi dengan berkedok Islam atau dengan cara-cara kotor seperti: Penulisan buku-buku yang berjudul Islami, tetapi isinya memutar balikkan ajaran Islam. Pencetakan Al Qur’an yang berbau Injil di Sumatera Barat yang menurut Direktur PT Madu Jaya Makbul yang menerbitkannya mengatakan bahwa penempelan kertas bertuliskan “ajaran Kristiani” itu sebuah kecerobohan, bukan kesengajaan (Republika, 15 Juli 2004).

Penyebaran buku-buku, brosur (leaflet) dari rumah ke rumah keluarga muslim, begitu juga penyebaran kaligrafi-kaligrafi Arab yang sekilas seperti kaligrafi Islam padahal isinya adalah ayat-ayat Injil bahkan kadang-kadang ada simbol salibnya. Pemurtadan dengan cara meniru adat kebiasaan umat Islam, seperti tahlilan, pakai kopiah, baju koko, wanitanya berjilbab, sementara mereka juga sangat fasih mengucapkan beberapa atribut Islam spt basmalah, hamdalah, istighfar dll.Penggunaan pembantu rumah tangga dengan misi kontrak kandungan, setelah anak lahir anak diambil gereja untuk dijadikan pendeta/pastor atau biarawati dengan label pendeta/pastor atau biarawati keturunan Islam. Perkawinan campuran, dimana perempuan non muslim kawin dengan lelaki muslim untuk kemudian memurtadkan suami/lelaki muslim tersebut. Perpindahan agama sementara lelaki non muslim yg pura-pura masuk Islam setelah berhasil kawin dengan wanita muslim, lelaki tersebut kemudian memaksa si wanita muslim masuk agama mereka. Pemurtadan melalui kesaksian palsu dari mantan muslim (murtadin). Yang cukup menonjol adalah kegiatan sang murtadin Yusuf Roni yang nama lengkapnya DR. Kemas Abubakar Mansyur Yusuf Roni sebagai Ketua Sekolah Tinggi Teologia (STT) Apostolos Jakarta, lahir di Palembang 6 Desember 1946 mengaku keturunan Pangeran Fatahilah, mengaku pernah menjadi santri Yayasan Pendidikan Islam Bandung, Juri MTQ tingkat Nasional dll, yang karena selalu menjelek-jelekkan Islam dalam setiap rekaman kasetnya, akhirnya oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 19 Juli 1979 dihukum 6 tahun penjara. (Jurnal Islam, 11-17 Januari 2002)Bahkan STT Apostolos dalam upaya pemurtadannya menggunakan dosen-dosen IAIN (UIN) Syarif Hidayatullah untuk memberikan mata kuliah khusus Islamologi yang dibungkus dengan label “Dialog Lintas Teologis”. Ketika mengikuti kuliah khusus ini para mahasiswanya menggunakan baju koko dan kopiah, sedang mahasiswinya menggunakan jilbab, sehingga ketika mereka melakukan pemurtadan mereka juga dengan menggunakan baju koko dan kopiah, serta wanitanya berjilbab, untuk mengelabui umat Islam, dengan bekal ilmu agama Islam yang telah mereka putar-balikkan. Ada sembilan dosen IAIN (UIN) Syarif Hidayatullah yang bekerja sama dengan Yusuf Roni untuk mengajar di STT Apostolos. (www. swaramuslim.net)

Pemurtadan melalui penyebaran narkoba, setelah kecanduan berat lalu direhabilitasi di yayasan mereka dan dibujuk masuk agama mereka. Di desa Langensari Lembang Bandung, Yayasan Sekolah Tinggi Theologi (STT) Doulos menyebarkan Kristen dengan cara merusak moral terlebih dahulu. Di sana para pemuda usia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obat terlarang sampai kecanduan berat. Setelah kecanduan, pada pemuda harapan bangsa itu dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan sambil dicekoki Injil supaya murtad dari Islam. (Republika, 10 dan 12 April 1999).

Menurut pelacakan Tim SABILI Kristenisasi di berbagai kampus perguruan tinggi muncul menyeruak. Tetapi seperti halnya gunung es, maka kasus yang muncul ke permukaan jauh lebih kecil dari pada yang terjadi sebenarnya. Para pelaku pemurtadan itu seolah punya keberanian luar biasa, mereka berlindung di dalam organisasi keagamaan yang ada di kampus.

Itulah tantangan bagi umat Islam untuk membendung Kristenisasi yang merajalela di negeri ini yang sudah sampai pada tahap yang sangat mengkhawatirkan, dan khususnya bagi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar, maka menjadi kewajiban bagi seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah baik dan tingkat Pusat sampai ke ranting-ranting di seluruh pelosok tanah air untuk selalu mewaspadai gerakan pemurtadan ini. Kewaspadaan ini menjadi sangat penting karena kalau kita cermati hasil Keputusan Dialog Dakwah Nasional (Diadanas) di Yogyakarta 12-15 Juli 2001 yang lalu disebutkan adanya 9 tantangan eksternal yang harus dicermati oleh Muhammadiyah antara lain: Munculnya kegiatan atau gerakan pemurtadan umat Islam di berbagai kalangan dengan berbagai metode termasuk cara-cara licik berkedok Islam atau menggunakan simbol-simbol Islam, munculnya gejala nativisme, terjadinya invasi pemikiran (ghazrul fikr), gencarnya sekularisasi dan banyaknya pengikut sekulerisme dll. – (Suara Muhammadiyah, 1-15 Agustus 2001).

Menghadapi merebaknya Kristenisasi yang sudah sangat mengkhawatirkan dan nekad ini, maka umat Islam perlu:

1. Membentengi diri dengan aqidah & pemahaman ajaran Islam yg totalitas/kaffah agar tidak mudah terjerumus kepada lembah pemurtadan.

2. Merapatkan tali ukhuwah Islamiyah sesama umat Islam serta organisasi-organisasi keagamaan dalam menyatukan langkah menghadapi Kristenisasi ini.

3. Pendalaman terhadap Kristologi untuk membantah kegiatan misi mereka yang sering memutarbalikkan dan mempermainkan Al Qur’an dan Hadits untuk pendangkalan aqidah.

Menurut Mantan Biarawati Hj. Irena Handono dalam Bukunya “Islam Dihujat, Menjawab Buku The Islamic Invasion (Karya Robert Morey), Cet. IV, April 2004” disebutkan bahwa kitab agama milik umat Kristiani yang bernama Alkitab atau Bibel yang terdiri dari dua bagian kitab yaitu Kitab Perjanijan Lama dan Kitab Perjanjian Baru itu, ternyata kalau ditelusuri ada beberapa hal dalam Bibel ini yang tidak sesuai dengan keyakinan mereka, seperti misalnya:

– Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas, ada sekitar 15 ayat

– Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan, ada sekitar 15 ayat

– Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah), ada sekitar 17 ayat

– Tidak ada dosa waris dan penebusan dosa, ada sekitar 6 ayat

– Nubuat akan datangnya seorang nabi akhir setelah Yesus, lebih dan 37 ayat

Di dalam Bibel ada pula ayat-ayat buatan manusia, seperti:

– Ayat-ayat porno (cabul), ada sekitar 58 ayat

– Pelecehan Alkitab (Bibel) kepada Tuhan, ada sekitar 23 ayat

– Pelecehan alkitab (Bibel) kepada Para Nabi Allah, ada sekitar 120 ayat

– Ayat-ayat yang tidak masuk akal (irrasional) ada sekitar 15 ayat

– Ayat-ayat yang mustahil dipraktekkan ada sekitar 26 ayat

– Ayat-ayat takhayul (mistis) ada sekitar 22 ayat

Di samping itu ada ayat-ayat kontradiksi yang saling bertentangan satu dengan lainnya. Dalam Perjanjian Lama jumlahnya mencapai ratusan. Kemudian dalam Perjanjian Baru ada sekitar 20 pertanyaan, yang apabila dicari jawabnya dalam Bibel akan kita peroleh jawaban yang berbeda-beda antara satu ayat dengan ayat yang lain.

4. Kerjasama dengan pihak aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus-kasus pemurtadan yang berkedok Islam.

http://www.suaramuhammadiyah.or.id/documents/wasis.htm

note :“Dan berilah peringatan kepada kerebatmu terdekat” (QS.Asy-Syu’araa : 214) “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS.Adz-Dzaariyaat : 55)

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS.Al Maa’idah : 54)

keterangan : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 027/th.03/DzulQoidah – DzulHijjah 1427H/2006M

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: