Up to you …

 

Dalam sebuah hadits Jibril dikisahkan, bahwa malaikat Jibril bertanya kepada Na bi SAW tentang apa itu iman (dan ihsan) ?. Lalu Rasulullah menjawab :”Engkau beriman kepada Allah dan malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari akhir, dan beriman terhadap takdir baik atau burukNya”. Dan pada hadits yg lain Rasulullah juga bersabda :”Tidaklah beriman seorang hamba hingga ia beriman terhadap takdir yang baik atau yang buruk, hingga ia mengetahui bahwa apa saja yang menimpanya tidak akan meleset, dan apa saja yang meleset darinya tidak akan menimpanya”. (HR. Tirmidzi no.2231).

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (qadar).” (QS. Al-Qamar : 49). “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al -Hadiid : 22). Dan Rasulullah bersabda :”Pertama kali yg diciptakan Allah adalah pena. Allah berfirman : “Tulislah!”. Pena bertanya : “Apa yang akan saya tulis ?”. Allah berfirman : “Tulislah apa yang akan terjadi hingga hari kiamat !”. (Shahih Abu Daud). Juga Rasulullah bersabda kepada Ibnu Abbas :”Ketahuilah bahwa seandainya umat berkumpul untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak akan dapat memberimu manfaat melainkan sesuatu yang telah dituliskan Allah bagimu, dan kalau seandainya mereka berkumpul untuk memberi mudharat bagimu niscaya mereka tidak akan dapat memberi mudharat melainkan apa yang telah dituliskan bagimu. Pena-pena telah diangkat dan telah kering lembaran-lembaran”. (Shahih Tirmidzi 4/76/2635). “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (Yasin : 82). “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”. (Ash-Shaffaat : 96)

 

Menurut DR. Abdul Adhim Badawi (dalam makalahnya berjudul Tafsir Al Hadiid 22-23 yang telah dimuat Majalah At-Tauhid), dalil-dalil di atas sudah cukup hendaknya untuk menjadikan setiap ummat beriman terhadap takdir, tidak perlu diperpanjang lagi. Sebab dikhawatirkan nantinya malah akan terperosok sebagaimana dialami kaum qadariyah dan jabariyah, yang mana dengan alasan “Jika Allah adalah pencipta kita dan pencipta perbuatan-perbuatan kita, mengapa Dia mengazab hamba yang bermaksiat kepadanya ?”. Hingga akhirnya mereka tidak lagi mempercayai adanya takdir.

 

Tidak ada pada seorang hamba hujjah/alasan untuk membantah Allah.

Ya benar, perbuatan kita adalah ciptaan Allah, akan tetapi Allah mencintai ketaatan-ketaatan yang kita lakukan, dan membenci kemaksiatan-kemaksiatan kita. Allah memerintahkan kita untuk taat kepada-Nya, dan melarang kita berbuat maksiat kepada-Nya. Maka perintah adalah tanda kecintaan, dan larangan adalah tanda kebencian. Allah telah mengirim para rasul-Nya serta menurunkan kitab-kitab-Nya untuk menerangkan kepada manusia apa yang wajib diamalkannya dan apa yang harus ditinggalkan, dan dengan hal ini hujjah Allah atas hamba-hamba-Nya ditegakkan. Allah berfirman :

“Dan Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (Al-Isra : 15). Maka selagi Allah memberi petunjuk kita kepada dua jalan, dan mengirim para rasul yang memerintahkan kita untuk menempuh jalan yang lurus, yaitu jalan Allah , dan melarang kita untuk menempuh jalan lainnya, maka telah tegak hujjah Allah atas hamba. Maka barangsiapa mentaatinya akan mendapatkan surga, dan barangsiapa berbuat maksiat kepadanya maka akan masuk neraka ; “Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorangpun”. (Al-Kahfi : 49). “Dia menciptakan manusia, yang telah mengajarkan Al Qur’an.” (Ar-Rahman : 3-4). Dan Allah telah memberinya dua jalan, lalu membi arkannya agar memilih yg dikehendakinya :”Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. (Al-Kahfi : 29). Up to you …

 

 

(dari : Mukaddimah Labbaik edisi no.25/th.03/Sya’ban-Ramadhan 1427H / Oktober 2006)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: