ORIENTALISME (bag.3)

 

Siapa yang menerima sekularisme berarti tidak akan tahu hakekat Islam dan tidak sempurna Islam seseorang tanpa ilmu !. Kita harus mengingatkan generasi muda terpelajar dari taktik sekularisme yang menyesatkan, siapa yang tenggelam dalam aliran pemikiran yang dibawa Orientalis, berarti akan mengkaramkan ummat Islam sendiri, sebab hal demikian akan merusak aqidah dan menjauhkan mereka dari agama yang membawa kesentosaan mereka (Islam). Allah-lah yang punya kemuliaan, kekuasaan yang menentukan, begitu Rasul-Nya dan orang beriman.

 

 

3. Menghancurkan/Membasmi Bahasa Arab

Diantara cara Orientalisme menghancurkan Islam ialah dgn membasmi bahasa Arab, bahasa Al Qur’an. Ini dilakukan oleh Orientalis setelah mereka gagal merusak Al Qur’an secara langsung. Orientalis menanamkan faham kepada para pelajar, mahasiswa-mahasiswa Islam di Barat dengan menyatakan bahwa “Bahasa Arab tidak perlu untuk dikembangkan dan dibahas.” Maksudnya ialah untuk melemahkan bahasa Arab itu sendiri agar Ummat meninggalkan bahasa Arab hingga terputus hubungan sesama ummat Islam dan antara Muslim dengan Allah dan Sunnah Nabi. Orientalis menuduh bahwa “bahasa Arab mempunyai kekurangan-kekurangan, kelemahan-kelemahan, tidak mampu menanggulangi ilmu-ilmu modern. Keterbelakangan ummat Islam yg disebabkan kekurangan-kekurangan yang ada dalam bahasa Arab. Bahasa Arab tak mampu menampung buah fikiran atau teori-teori Barat. Karena itu para pemakai bahasa Arab harus memakai atau mengalihkan perhatian kepada bahasa asing, & mendalami bahasa asing yang digunakan di zaman modern ini.”

 

Tuduhan ini adalah palsu dan bathil, sebab bahasa Arab adalah bahasa yang sangat luas dan bisa melahirkan bahasa/kata-kata baru. Buktinya, sesudah Islam meluas ke tetangga Arab, bahasa Arab bisa menerima bahasa Romawi dan bahasa Parsi, yang dijadikan bahasa Arab, baik untuk mufradaat maupun Tarkib (susunan kata) sesudah itu meluas ke peradaban Yunani, dan Romawi kuno. Dengan bahasa Arab bisa diterjemahkan fikiran-fikiran dan para filosof, dari hasil usaha (ilmu) dan bahasa Arab inilah Eropa mulai dikeluarkan dari kegelapannya di zaman Pertengahan dan masuk ke abad modern yang mereka banggakan. Tidak logis, kalau bahasa Arab lemah seperti dituduhkan oleh para Orientalis di atas. Orientalis menanamkan perasaan pada para pelajar/mahasiswa Islam, agar mereka menulis atau mengarang harus dengan huruf/bahasa Latin/asing dari Arab, sebab bahasa Arab sulit ditulis dengan mesin, sulit mencetaknya dan lambat dan bermagam-macam bentuknya. Sedangkan menulis huruf dgn Latin lebih praktis & tidak sulit. Inilah propaganda keji, yang memutuskan antara Generasi sekarang dengan generasi sebelumnya, dan kalau dibiarkan begitu, maka bahasa Arab akan ditulis dengan bahasa Latin, padahal dalam bahasa Latin tak ada huruf yang tidak mudah mengucapkannya dengan huruf Latin. Berarti bahwa propaganda untuk menulis bahasa Arab dengan huruf Latin adalah untuk melemahkan bahasa Arab, bahasa Al Qur’an dan untuk menghancurkan Islam.

 

Di samping itu, Orientalisme membesar-besarkan propaganda untuk menggunakan bahasa Arab ‘Ammi (bahasa pasar/harian) sebagai ganti dari bahasa fushhah (bahasa resmi) yang tidak dipakai dalam masyarakat awam, ini akan memisahkan (gap) antara orang awam (biasa) dengan orang terpelajar. Padahal bahasa fushhah, adalah bahasa Qur’an dan Hadist, untuk memberikan pemahaman pd semua kalangan, tetapi kalau dipaksa terus kpd kalangan pelajar & cendekiawan Arab saja akan tertinggallah orang-orang awam dari memahami Islam, mereka tak akan mampu melaksanakan, mengamalkan perintah atau meninggalkan larangan, tdk tahu alasan-alasannya, tdk mengerti kisah-kisah dari Al Qur’an atau pelajaran-pelajaran Islam secara umum. Sebaliknya bahasa ‘Ammi hanya difahami oleh kalangan terbatas, dan tiap-tiap negara Islam (Arab) berbeda-beda pula bahasa ‘Ammi-nya. Taklah asing, kalau bahasa ‘Ammi di satu tempat (antara Mesir dengan Libya, atau Saudi dengan Marokko dan lain sebagainya), berbeda dan bertentangan satu sama lain, yang tidak dapat difahami satu sama lain, sebagaimana perbedaan bahasa Inggris awam di Amerika dan Inggris dan lain sebagainya. Ini tidak lain adalah cara Orientalis memecah belah orang Islam dan menghancurkan Islam.

 

Begitu pula, Orientalis mendorong/menyuruh para pelajar Arab/Islam yang belajar kepada mereka agar meninggalkan bahasa Arab, dan hanya dibolehkan menggunakan bahasa Eropa (Barat) saja dengan alasannya yaitu mudah mempelajarinya, aman serta terhindar dari kesalahan. Ini sudah diperingatkan Allah dalam Al Qur’an surat Yusuf ayat 21: Artinya: “Allah menurunkan Malaikat membawa Al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tegas, agar kamu memahaminya.” (Yusuf ayat 21).

 

 

USAHA PROPAGANDA

Untuk mencapai maksudnya yaitu memalingkan kaum Muslimin dari agamanya, dan melemahkannya hingga mereka tak mampu melawan serangan musuh & penggerogotan da’wah, kaum Orientalis menggunakan berbagai cara lain dengan memperalat segala kemungkinan yang dipakai oleh ummat Islam sendiri, antara lain :

 

 

1. Propaganda penyesatan dengan memakai nama Islam

Orientalis menggunakan aliran-aliran Kepercayaan/Kebatinan, Bahaiy & Qodyaniyah.

Propaganda aliran-aliran ini disokong oleh Kolonialis dan Orientalis, demi untuk merusak dan memalsukan Islam. (Lihat Al-Qodyani dan Al-Qodyaniyah, karangan Abu Hasan An Nadawy, halaman 19 dan seterusnya). Salah satu tokohnya, Mirza Ghulam Ahmad adalah orang yang diagungkan oleh Inggris, yang di masa mudanya terkenal dengan penganut aliran Tasauf, dan suka menyendiri. Dia menda’wahkan dirinya sebagai Nabi yang menerima wahyu, dan dia aktif menyiarkan ajarannya ini untuk maksud politik yang digariskan oleh Kolonial. Dia menghapuskan Jihad, sebagai kewajiban umat Islam. Dalam bukunya TERYAQ QULUB, Mirza Ghulam Ahmad mengatakan : “Saya menggunakan sebagian besar umurku untuk menyokong pemerintah Inggris, dan mencegah jihad, wajib taat pada Ulil Amri (Inggris).” Ini ditulis dalam buku-buku, selebaran-selebaran, brosur-brosur yang kalau mungkin dikumpulkan semuanya telah memenuhi 50 gudang. Buku-buku ini tersebar di negeri-negeri Arab, Mesir, Syiria, Turki, Indonesia dan lain-lain, tujuannya agar ummat Islam tolerans dan mengakui kekuasaan penjajah. Dia membuka cabang-cabangnya di Eropa, Asia & Afrika yang meng-atasnama-kan da’wah Islam. Penganut Qodyaniyah bekerjasama menyebarkan faham kolonialisme bersama Orientalis dan Zionis. Bahkan mereka sengaja menyerang Islam dengan menggunakan musuh-musuh Islam sebagai anggota da’wahnya, yg tentu mereka mengarah saja ke penggerogotan Islam.

 

 

2. Menggunakan Mass Media

Orientalis selalu bersama Kolonialis dalam menyerang (memerangi Islam). Di negeri-negeri Islam sendiri, seluruh mass media modem selalu bekerjasama dengan Orientalis dalam memerangi Islam dan menggerogoti da’wahnya. Maka ummat Islam menghadapi perang pena, mass media yang membawa kebinasaan yang disampaikan mereka dalam surat-surat kabar, majalah-majalah, radio, televisi, film atau theater dan lain-lain. Bahaya perang Mass Media (perang pena) ini besar sekali, sebab langsung meresap ke dalam otak dan hati tanpa koreksi, dan tanpa disaring oleh kebanyakan manusia dan ummat Islam. Fikiran-fikiran berbisa yang dilontarkan dan meresap ke dalam otak ummat Islam, fikiran-fikiran yang merusak dan berbisa ini sengaja ditiupkan & dihembuskan oleh para orientalis antek kolonialis sebagai taktiknya menyerang Islam. Melalui tulisan-tulisan, gambar, film, fikiran, buku, sandiwara, pidato, dan uraian yang berkedok ilmiah. Ini lebih berbahaya dari serangan fisik langsung oleh militer lengkap dengan persenjataannya sebab tentara itu mudah dilihat dan diketahui gerakan dan penyerangannya.

 

Yang sangat disayangkan sekali ialah bahwa ummat Islam di semua tempat tidak menyadari bahaya mass media yang disalah-gunakan ini, dan banyak pula para Juru Da’wah, Muballigh, menerima saja apa yang disiarkan oleh Mass Media. Di zaman kita sekarang ini, umumnya Mass Media sering menyiarkan bermacam kefasadan, kemungkaran, kebebasan, atheis. Semuanya disajikan sesuai dengan apa yang berlaku di Eropa dan Amerika, di mana kebanyakan masyarakatnya sudah merosot moralnya karena sudah dangkalnya paham dan pengertian agama mereka dan akibat terbongkarnya rahasia Kristen yang di dalam ajarannya sekarang banyak sekali kontradiksi (pertentangan-pertentangan) begitu pula ajaran Yahudi sendiri, semuanya tak sesuai lagi dengan akal yang sehat dan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, Islam dan ajarannya selamat dari kontradiksi itu. Islam menyeru kepada Tauhid, persatuan dan persaudaraan, keadilan, kemajuan dan sesuai dengan akal dan pengetahuan. Islam menyeru ummat manusia agar berjuang untuk mempertahankan agama Islam, mempertahankan tanah air, hak, diri, keluarga, dan lain-lain. Justru karena itulah Kolonialis dan antek-anteknya berusaha MENGUASAI MASS MEDIA untuk MENGELABUI dan MEMUTAR-BALIKKAN FAKTA.

 

 

3. Membesar-besarkan Tradisi Kuno

Membesar-besarkan adat dan tradisi serta perbuatan-perbuatan masyarakat di masa Jahiliyah, perbuatan-perbuatan bangsa primitif, yang dida’wahkan dan dihembuskan bahwa hal yang seperti itu seolah-olah adalah ajaran Islam; ini dilakukan pula oleh para Ilmuwan Islam (munafiq) yang bekerjasama dengan Orientalis. Akhirnya mereka menuduhkan bahwa orang-orang Islam itu sama dengan Badui, Kubu, Ortodok, seperti suku terasing dan primitif, liar, fanatik, dan lain-lain. Syari’at Islam itu (menurut Orientalis) hanya sesuai dengan orang-orang primitif dan orang ortodok, tak sesuai dan tak cocok dengan zaman modern, dan lain sebagainya. Di samping itu, Orientalis dan anteknya selalu meniupkan bibit perpecahan antar bangsa, pemisahan dari syari’at Islam.

 

 

USAHA UMMAT ISLAM MENANGKIS SERANGAN ORIENTALISME

Sekalipun kaum penjajah sudah angkat kaki, tapi ajaran-ajaran dan sistemnya terus dijalankan oleh mereka yang telah keracunan oleh ajaran-ajarannya itu dan diteruskan oleh pengikut-pengikut yang mereka tinggalkan.

 

 

1. Defensif

Agar Ulama-ulama, Juru Da’wah, Muballigh serta pemimpin-pemimpin Islam aktif menangkis tuduhan-tuduhan, pemalsuan dan propaganda berbisa yang sengaja dilontarkan oleh Orientalis, supaya ummat Islam sadar, insaf dan lebih aktif membahas dan mempelajari ajaran agama Islam dan mengamalkannya. Usaha ini memerlukan alat-alat dan mass media pula, memerlukan Juru Da’wah yang dan berilmu , berakhlak mulia, berjiwa jihad dan beramal karena Allah, memahami taktik dan strategi serta tulisan dan karangan musuh-musuh Islam. Di samping ilmu dan kesungguhannya itu PERLU ADANYA IKATAN (ORGANISASI) Juru-juru Da’wah dan Organisasi Da’wah untuk menghimpun dan mengatur kerjasama.

 

 

2. Tabligh

Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 104, yang artinya: “Hendaklah di antara kamu ada ummat yang menyeru kepada kebaikan, melakukan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar mereka itulah orang yang menang.” Surat As-Shaf ayat 14, yang artinya: “Wahai orang-orang beriman ! Hendaklah kamu menjadi Pembela agama Allah, seperti yang dikatakan oleh Isa bin Maryam kepada pengikutnya: Siapa yang akan menolongku untuk menegakkan agama Allah ?. Dijawab oleh pengikutnya spontan (langsung): ‘Kami ansharullah’ (Pembela Agama Allah).”

Karena itu, wajib bagi semua ummat Islam berjuang dan aktif berda’wah menyiarkan dan membela Islam dengan, harta, tenaga, ilmu dan semua yang dimiliki, baik kedudukan, jabatan, kekuasaan, ilmu dan segalanya, agar dimanfaatkan untuk mengeluarkan ummat manusia dari Zhulumat (musyrik, kafir, munafiq, fasiq, bodoh, melarat, lemah, teraniaya, pecah-belah, dan lain-lain), menuju an NUUR (bertauhid, beriman, istiqamah, beramal shaleh, pintar, makmur, kuat, adil, bersatu, dll) sesuai dengan ketentuan Syari’at Islam yang meliputi Tauhid, Hukum sanksi, waris, akhlak, jihad, dan semua mu’malat, juga politik, ekonomi, dan lain-lain, tanpa menambah atau mengurangi.

 

 

[sumber : makalah tulisan Dr.Abdul Mu’nim Muhammad Hasanain, Majalah ISLAMIC UNIVERSITY MADINA, No : 2 Thn ke-X, Ramadhan 1397/Agustus 1977, hal : 79-105. Diterjemahkan dan diringkas oleh Anhar Burhanuddin, M.A.; Jakarta, 10 Mei 1978 – (LPPA)]

 

http://mcb.swaramuslim.net/index.php?section=26&page=5

 

note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 024/th.02/Jumada Al Tsani-Rajab 1427H/2006M

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: