Manis Di Mulut Busuk Di Hati

Sabda Nabi saw yang bermaksud :”Akan muncul di akhir zaman lelaki yang berbuat tipu daya dengan memakai nama agama di dunia ini. Mereka menganjurkan manusia agar berpakaian yang baik (taubat) dari bulu domba yang halus. Lidah mereka lebih manis daripada gula, sedangkan hati mereka bagaikan serigala. (HR.Tirmizi)

Dalam hadith ini Rasulullah saw memberikan isyarat bahwa kelak akan muncul orang -orang yang mempunyai sifat munafiq. Apa yang dikatakan tidak sesuai dengan kehendak hati, apa yang dianjurkan sebenarnya hatinya membenci, fatwanya hanya untuk tipu muslihat saja. Di antara sifat kemunafiqan itu, menganjurkan orang lain berbuat baik sesuai dengan agama Islam, semua yang disampaikan dengan topeng agama yang tujuannya antara lain untuk memperdaya orang-orang Islam sendiri. Agar orang tahu bahwa ia seorang juru fatwa yang berilmu, manis sekali bicaranya sampai banyak orang yang terperangkap dengan menyanjung-nyanjung kepadanya. Tapi hatinya ternyata bagaikan hati seekor serigala, yang siap menangkap dan menelan. Sifat munafiq semacam ini biasanya dimiliki oleh mereka yang ingin diberi kedudukan, pangkat, penghormatan dan segala pujian dari atasannya sehingga berani mengorbankan agamanya, membohongi sesamanya. Keinginan sesuatu kedudukan akan mendorong untuk berusaha dengan cara apa saja, dengan uang atau dengan janji yang muluk-muluk untuk mempengaruhi orang lain yang jadi pendukungnya, bila perlu dengan menghalalkan segala cara, demi berhasilnya tujuan. Orang yang gila kedudukan tidak lain hasilnya adalah penyesalan pada hari kiamat.

Nabi saw bersabda yg artinya :”Sesungguhnya di antara kalian ada yang ingin menjadi penguasa dan sesungguhnya demikian itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat. Sebaik-baik seorang ibu yang mau menyusui dan seburuk-buruk ibu adalah ibu yang tidak mau menyusui. (HR. Bukhari dan Nasai dari Abu Hurairah). Maksudnya pemimpin yang baik ialah pemimpin yang bertanggungjawab kepada rakyat dan seburuk-buruk adalah pemimpin yang tidak bertanggungjawab pada rakyatnya. Orang munafiq manis mulutnya dalam berkata-kata, pandai membawa diri, seakan-akan dia menaruh perhatian dan memikirkan kepentingan orang lain. Kalau perlu, nama Allah disebut-sebut dalam setiap bicara agar orang lain percaya kepadanya. Tambah banyak ia bicara, tambah banyak pula nama Allah disebut, padahal dalam hatinya ia menyimpan rasa dendam dan permusuhan. Sebab yang dijadikan pedoman bukanlah kebenaran dan bukan nama Allah, ia hanya bermain di mulut. Dia menyimpan segala rencana yang berbeda daripada kemauan Allah, tetapi untuk menyembunyikan maksudnya itu ia bermulut manis. Sifat orang-orang munafiq diabadikan dalam Al-Quran :” Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. (QS. Al-Baqarah : 204) . “Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tdk menyukai kebinasaan*). (QS.Al-Baqarah : 205).

————————–

(Kitab rujukan : 25 Tanda Hampirnya Hari Kiamat & Berita Alam Keabadian (Amir Al-Harith) terbitan Jasmin Enterprise.)

*) Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mukmin dan selalu mengadakan pengacauan. http://noradila.tripod.com/skimatarbiyyahipij/id39.html

“Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan : “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata : “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”[*]. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. QS.Ali Imran : 167)

Keterangan *) : Ucapan ini ditujukan kepada Nabi dan sahabat-sahabat beliau sebagai ejekan, karena mereka memandang Nabi tidak tahu taktik berperang, sebab beliau melakukan peperangan ketika jumlah kaum muslimin sedikit. Ucapan ini dapat digunakan untuk mengelakkan cercaan yang ditujukan kepada diri orang-orang munafik sendiri.

note :“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu terdekat” (QS.26 : 214)

catatan : artikel ini telah dimuat dalam majalah islami “Labbaik“, edisi : 021/th.02/Safar-Rabi’ul Awwal 1427H/2006M

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: