Talkinkan Orang Yang Akan Mati

Bagaimana sikap orang yang masih sehat yang turut melepas orang yang akan mati, turut menyaksikan seseorang yang akan menghembuskan nafas terakhirnya ?. Sebaik-baik ketika menghembuskan nafas terakhir itu dihadiri dan disaksikan orang yang shalih, dan sebaiknya orang-orang yang hadir itu mengingat-ingat Allah dan berdo’a, dan kalau berbicara, bicaralah kebaikan-kebaikannya, karena ketahuilah di saat itu para malaikat hadir dan mengamini apa-apa yang dibicarakan. Rasulullah saw bersabda :”Bila kamu menghadiri orang sakit atau orang mati, maka berkatalah yg baik (membicarakan kebaikan bagi si sakit atau mayit itu), karena sesungguhnya para malaikat mengaminkan akan apa yang kamu katakan itu”. (HR.Ahmad, Muslim dan Ashaabus Sunan dari Ummu Salamah). Bila si sakit masih bisa diharapkan kesembuhannya, kita hibur dia agar bersabar dan kuatkan jiwa agar dia gemar akan sehat dan sembuh kembali. Tetapi bila si sakit itu dengan keterangan dokter atau pendapat orang banyak sudah tidak ada harapan akan sembuhnya, maka di saat itu dianjurkan mengajarkan untuk mengucapkan kalimat “Laa Ilaha Illallaah”. Rasulullah saw bersabda :”Ajarkan akan orang-orang yang dekat mati itu kalimat Laa Ilaha Illallah”. (HR.Muslim, Abu Dawud dan Turmudzi dari Abi Said Al Khudri).

Mengajarkan kalimat Laa Ilaha Illallah kepada orang-orang yang dekat mati, ialah mengajarkan kepada orang itu agar dapat menyebutnya.

Caranya, diucapkan kalimat itu agar ditirukan olehnya. Ini biar dilaksanakan bila si sakit yang dekat mati itu masih dapat mendengar dan mengerti. Namun bila si sakit sudah tidak dapat mendengar dan mengerti, maka sudah barang tentu si sakit tidak dapat mengucapkan lagi. Ada kemungkinan bahwa si sakit masih bisa mendengar dan mengerti, namun dia tidak sanggup mengucapkannya, bagi si sakit yang demikian lebih baik kalimat suci itu dibisikkan ke telinganya agar didengar.Bila kalimat suci itu telah diucapkan oleh si sakit, maka janganlah mengajarkan agar kalimat itu untuk diulang lagi, biarkan dia meninggal dengan kalimat suci itu sebagai ucapan terakhir. Kecuali kalau si sakit itu kembali mengajak berbicara, maka harus diulangi mangajarkan kalimat suci tersebut. Yaitu agar kalimat suci itu merupakan ucapan terakhir dlm hidupnya. Rasulullah saw bersabda :”Barang siapa yang terakhir ucapannya kalimat Laa Ilaha Illallaah, dia masuk surga”. (HR.Abu Dawud dan Hakim dari Mu’adz Bin Jabal). Oleh karena itu, adalah satu jasa yang amat besar bila di antara orang yang masih hidup dapat mengajarkan seseorang yang akan mati untuk mengucapkan kalimat suci itu, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Untuk itulah mereka yang masih hidup dianjurkan berjaga-jaga melepas orang yang akan mati, baik dia keluarga sendiri atau orang lain. Hindarilah ketika berkumpul melepas orang mati bicara atau omong-omong yang tidak perlu, apalagi guyonan, lebih-lebih menangis, bulatkan pikiran untuk berdo’a dan mengingati Allah (dzikir).

Wallahu a’lam bishshowab.

(diketik ulang dari buku “Hidup Sesudah Mati”, KH.Bey Arifin, penerbit Kinanda, cetakan ke 15, 1998, hal : 91 – 93)

“Tanah memakan seluruh bagian dari tubuh manusia selain ujung ekornya. Sahabat bertanya bertanya :”Apakah itu ya rasulullah ?”. Rasulullah saw menjawab :”Bagian sebesar biji bayam, dari bagian itulah kamu ditumbuhkan” (HR.Ahmad dan Ibnu Hibban).

keterangan :

Di bagian paling bawah dari tulang ekor (tulang punggung) manusia ada satu bagian yang amat kecil (berupa sel) yang tidak dapat hancur, sekalipun telah dikubur beribu tahun di dalam tanah, atau dibakar hingga menjadi abu. Berawal dari sel itulah nanti setiap manusia akan ditumbuhkan/dibangkitkan (dihidupkan).

(dari : “Hidup Sesudah Mati”, KH.Bey Arifin, penerbit Kinanda, cetakan ke 15, 1998, hal : 213)

catatan : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 019/th.02/DzulQoidah-Dzulhijjah/1426H/2006M

Satu Balasan ke Talkinkan Orang Yang Akan Mati

  1. khamim mengatakan:

    TERIMAKSIH
    Oeh karna itu qt harus siap2 mnantikan giliran qt
    semoga di zaman sekarang ini masih banyak yg mw membaca n berfikir klau dunia ini fana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: