Islam Agama Paling Baru

Kekaguman Seorang Muallaf Asal Korea, dialah Lim Thai Kiun, seorang pengusaha muda di bidang tekstil dari Korea Selatan. Pria ini lahir pada tanggal 26 November 1970 di Seoul, Korea Selatan. Dia terlahir dari sebuah keluarga yang beragama Budha. Sejak awal Lim sudah tertarik untuk mempelajari agama. Sedang agama Budha sendiri tidak pernah dia praktekkan dalam kehidupannya. Dia tidak pernah sembahyang, sesuai aturan ritual Budha. Di mata Kiun, dia perlu memberikan perhatian istimewa terhadap tiga agama, yaitu Budha, Kristen dan Islam. Dia ingin mengetahui yang mana di antara ketiga agama itu yang paling tepat untuk diikuti.

Dibutuhkan waktu yang cukup bagi Lim untuk menemukan agama yang kini dipeluknya. Tahun 1995 Lim memperoleh pekerjaan pertamanya di bidang tekstil, yaitu di PT. Nada Padalarang. Dia bertahan di perusahaan itu hingga 3 tahun. Tahun 1999 dia pindah bekerja di India, tapi hanya bertahan selama 2 tahun. Bagi seorang pemuda seusia Kiun, pengalaman berpindah kerja dari satu negara ke negara lain tentu merupakan pengalaman yang istimewa (setidaknya menurut ukuran Indonesia). Tidak lama sesudah itu Lim balik kembali ke Indonesia. Kali ini dia tidak ingin bekerja pada orang lain, namun mendirikan perusahaan sendiri. Lim pun mendirikan CV. Damar Sakti Indonesia. Perusahaan ini memiliki karyawan 19 orang. Ada catatan menarik seputar pengalaman Lim hingga memeluk Islam.

Pengalaman pertama Lim mengenal Islam datang dari salah seorang karyawati di perusahaannya. Dari interaksi yang dilakukan di perusahaan itu Lim tertarik untuk lebih dalam mengenal Islam. Namun harus diingat bahwa ketertarikan Lim ini sudah tertanam sejak awal. Selain itu Lim mempunyai seorang teman dekat, Mr.Jeun. Dari tokoh terakhir ini Lim memperoleh pengertian yang mendalam tentang Islam. Mr. Jeun menjelaskan bahwa di antara agama-agama yang ada di dunia, Islam adalah agama yang paling baru sehingga memungkinkan Islam merangkum semua nilai-nilai kebenaran dari agama-agama sebelumnya. Bahkan Islam memiliki Kitab Suci, yaitu Al Qur’an, yang selalu relevan dengan kehidupan manusia sampai akhir jaman. Inilah yang mendorong Lim untuk memutuskan masuk Islam.

Selesai Shalat Jum’at, pada tanggal 13 Juni 2003, di bawah bimbingan Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Bandung, Prof. Dr. Dadang Ahmad, MSi., Lim mengucapkan ikrar syahadat di Masjid PUSDAI, Bandung. Dengan ikrar itu sekaligus sebagai pengumuman secara terbuka bahwa telah kembali ke pangkuan agama fitrah ini seorang manusia yang bernama Lim Thai Kiun, seorang warga asal Korea Selatan.

Setelah masuk Islam, nama Lim berganti Muhammad Lim. Keluarga Lim tidak keberatan dengan pilihan ini, terutama keluarga dari pihak ibu. Kebetulan di Korea Selatan sendiri jumlah warga Muslim cukup banyak, hampir menyamai warga pemeluk agama Budha. Selanjutnya, Lim berharap akan bisa mengikuti jejak teman-temannya yang rajin mengerjakan shalat dan nampak selalu bersih. Dia pun bertekad untuk semakin giat mempelajari ilmu-ilmu keislaman dan Al Qur’an. Bahkan seorang Lim bertekad untuk hidup secara qana’ah (merasa cukup dengan pemberian Allah SWT).

Semoga kemusliman saudara kita ini menjadi ibrah berharga bagi muslim-muslim yang lain. Semoga Allah memudahkan langkahnya dalam memahami ajaran Islam yang lurus, lalu menerapkan ajaran itu secara konsisten dan istiqamah. Amin.
Ahlan wa sahlan yaa akhuna, Lim Thai Kiun!

[Sumber: Diadaptasi dari artikel “Lim Thai Kiun: Ilmu Menuntun Pada Hidayah Ilahi”, dimuat di Majalah Swadaya, No. 11, Volume I, Juli 2003.]

http://www.masjid-lautze.com/
Note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik edisi : 003/th.01/rabi’ul akhir 1424H/2004M

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: