Tombo Ati

tombo ati iku ono limang perkoro
kaping pisan, moco Qur’an sa’maknane
kaping pindo, sholat wengi lakonono
kaping telu, wong kang sholeh kumpulono
kaping papat, weteng iro ingkang luwe
kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe
salah sak wijine sopo biso ngelakoni
insya Allah Gusti Pangeran ngijabahi
—————————————————————-
ada lima obat penentram jiwa
cinta Qur’an dengan menyelami maknanya
sujudkan jiwa raga di tengah sunyi malam
kepada orang sholeh dirimu senantiasa dekatkan
adapun terhadap rasa lapar upayakan bertahan
dan atas keasyikan dzikir jangan pernah bosan
salah satu saja engkau khusyu’ melakukannya
insya Allah nasibmu akan dirawat oleh Yang Maha Kuasa
—————————————————————-
ADAPTASI DARI SAYIDINA ALI BIN ABI THALIB DITERJEMAHKAN DAN DIPOPULERKAN OLEH KYAI BISRI MUSTOFA. MERUPAKAN SALAH SATU LAGU DARI ALBUM “KADO MUHAMMAD” EMHA AINUN NADJIB .

Manusia Oh Manusia

Ini cerita atau tamsil mengenai kondisi kita sebagai manusia, Insya Allah ada hikmah/manfaatnya.
Telah datang seorang bijak di hadapan rumah seorang lelaki. Orang bijak itu terkejut mendapati si lelaki itu sedang memukuli seekor kucing. Orang bijak itu bertanya kepada lelaki tersebut ‘Kenapa kamu pukul kucing yang lemah ini??’. Si lelaki tersebut menjawab ‘ Aku telah melihatnya di sebuah lorong ketika kucing itu dalam keadaan yang sangat lemah & kedinginan , kemudian aku mengambilnya & memberinya makanan serta minuman. Aku pelihara hingga ia benar-benar sehat, tetapi se sudah kucing itu sehat ,ia membuang najis/kotoran pada semua tempat di rumahku. Maka berkatalah si orang bijak : ‘Ini sebenarnya peringatan & tamsilan antara kita dengan Allah SWT. Dia telah memelihara kita sejak dari kecil yang sangat lemah & dhaif, lalu Allah memberi kita makan, pakaian dan segala-galanya, tetapi setelah begitu banyak kebaikan dan nikmat Allah yang kita rasakan, kita durhaka kepada-NYA dan tidak melaksanakan perintah-NYA dan belum mengikuti cara hidup kekasihnya yaitu Rasulullah saw. Lihatlah betapa maha baik dan maha rahmat Allah ? Walaupun kita durhaka kepada-NYA, Dia masih belum menyiksa atau memukul kita dengan azab-NYA.’

Setelah orang bijak itu pergi, maka beristighfarlah si lelaki tersebut karena mengenang dosa-dosanya terhadap Allah. Jika ia terlambat diperingatkan oleh orang bijak itu, sudah tentu akan ia pertanggung-jawabkan kesalahannya di mahkamah Allah kelak, karena telah mencoba menyiksa seekor kucing……………

http://van.9f.com/renungan%20islam/ohh_manusia.htm

note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik edisi : 002/th.01/rabi’ul ‘awal 1424H/2004M

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: