Mohon Petunjuk

Ketika manusia masih berada di dalam rahim seorang ibu, ketika ruh akan ditiupkan kepada janin, Allah mempersaksikan kepadanya akan hakekat ketuhanan. Allah bertanya kepada ruh, “Apakah Aku ini Tuhanmu ?” maka ruh itu menjawab, “Ya, benar. Engkau adalah Tuhanku”. Persaksian ruh akan ketuhanan Allah ini menjadikan naluri manusia senantiasa cenderung untuk mengikuti kebenaran. Secara verbal, manusia relatif bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Hanya saja, dalam kenyataannya naluri manusia sering terpengaruh oleh kebodohannya, kelemahannya, atau oleh hawa nafsunya sehingga mudah berbelok meninggalkan syari’at-Nya. Betapa banyak orang yang mengetahui bahwa mencuri itu buruk, tetapi dengan kesadarannya ia lakukan juga. Semua orang pasti tahu bahwa berzina itu tidak benar, toh tempat-tempat mesum bukan semakin berkurang. Sebaliknya, siapapun mengetahui bahwa shalat itu kewajiban yang diperintahkan Allah swt, tetapi banyak pula orang yang meninggalkannya. Demikian seterusnya.

Pada prinsipnya, hal yang menjadikan seseorang terkena dosa itu ada dua, yaitu; Pertama, meninggalkan kewajiban. Kedua melakukan larangan. Apabila suatu kesalahan dilakukan oleh manusia yang menyebabkan ia terkena dosa maka akan menyebabkan dirinya semakin jauh dari jalan kebenaran. Dan semakin jauh manusia meninggalkan jalan kebenaran, semakin jauh ia menempuh jalan kesesatan. Jika telah terjadi hal demikian, semakin sulit ia kembali menemukan jalan yang lurus. Oleh karena itulah, agar manusia selamat di dalam menempuh kehidupan dunianya hingga akhirat kelak, ia harus selalu memohon petunjuk dari Allah. Tak ada do’a yang lebih penting untuk dilantunkan selain do’a. Tak ada permohonan yang lebih dibutuhkan manusia kecuali permohonan ini.

Permohonan ini sangat diperlukan karena sesung guhnya hati manusia sangat labil. Hati dalam bahasa Arab adalah qolb, yang berasal dari unsur qaf-lam-ba’ yang berarti berbolak-balik. Dengan kata ini setidaknya Bahasa Arab menunjukkan bahwa hati manusia memang labil. Hari ini memiliki keyakinan A, esok hari menjadi B. Bahkan di dalam salah satu hadisnya Rasulullah mengingatkan akan adanya suatu manusia yang pagi harinya beriman sore harinya menjadi kafir, atau sore harinya beriman dan pagi hari esoknya menjadi kafir. Terlebih lagi, sebagaimana diinfor masikan oleh Allah swt di dalam Alqur’an, hati yang labil ini masih menghadapi godaan eksternal yang berupa bisikan setan (waswasah). Musuh-musuh Allah itu membisikkan keraguan, kebimbangan kepada Allah, dan keinginan untuk berbuat jahat ke dalam hati manusia. Bisikan itu dilakukan dengan cara yang sangat halus, sehingga ia tidak menyadari adanya bisikan itu. Salah satu diantara bentuk bisikan itu adalah menjadikan hal-hal yang buruk menjadi baik dalam pandangan manusia. Firman Allah swt; “Iblis berkata; Ya Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik perbuatan maksiat di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya (al-Hijr:39)

Apabila program waswasah setan ini sukses, maka manusia akan kehilangan hati nuraninya, sehingga ia tidak lagi bisa mengenali yang benar dan yang salah. Dengan demikian, ia akan merasa benar dan di atas kebenaran meskipun sesungguhnya ia berada dalam kesesatan. Firman Allah swt; Katakanlah; Maukah aku beritahukan tentang orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang yang sia-sia perbuatannya (dalam kehidupan dunia ini) sedangkan mereka menyangka bahwa diri mereka telah berbuat sebaik-baiknya (al-Kahfi:103-104)

Melihat begitu besarnya bahaya yang ditimbulkan oleh waswasah setan, maka seraya memohon petunjuk ke jalan yang lurus Allah pun mengajarkan cara memohon perlindungan dari bisikan syetan, sebagaimana terdapat pada surat an-Nas; Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb manusia, raja manusia, ilah manusia, dari kejahatan waswasah (bisikan) setan, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia. (an-Nas:1-6)

http://www.assalaam.or.id
Note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik edisi : 002/th.01/rabi’ul awal 1424H/2004M

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: