Perbedaan adalah rahmat ?

Ikhtilaafu ummatii rahmah, perbedaan di kalangan ummatku adalah rahmat. Kalimat pada judul ini mungkin sudah sangat biasa kita dengar, apalagi di saat pemilu. Bahkan para ulama sering membawakannya dalam khutbah-khutbah. Tujuannya insya Allah baik, yakni untuk tetap menjaga kebersamaan. Yang jadi masalah jika kalimat itu mereka sebut berasal dari hadits rasulullah SAW, benarkah itu hadits ? benarkah kalimat itu dapat meredam perselisihan ?. Sekali-sekali ada baiknya kita coba menanyakan, kalau itu benar hadits maka diriwayatkan oleh siapa ? sanad nya bagaimana ? shahih atau tidak ?. Di bawah ini adalah komentar beberapa ulama kondang dalam menanggapi hadits tersebut, mari kita simak :

Syaikh Al-Albani berkata,”Hadits tersebut tidak ada asalnya”. [Adh-Dha’ifah : II/76-85]. “Diantara dampak buruk hadits ini adalah banyak kaum muslimin yang mengakui terjadinya perselisihan sengit yang terjadi diantara 4 madzab dan tidak pernah sama sekali berupaya untuk mengembalikannya kpada Al-Qur’an & Al-Hadits.” [Adh-Dha’ifah: I/76]

Imam As-Subki berkata ,”Hadits ini tidak dikenal oleh ahli hadits dan saya belum mendapatkannya baik dengan sanad shahih, dha’if (lemah), maupun maudhu (palsu).”

Syaikh Ali Hasan Al-Halaby Al-Atsari berkata ,”Ini adalah hadits bathil dan kebohongan.” beliau mengisyaratkan dampak buruk hadist tersebut yang dapat melemahkan kaum muslimin dan menjatuhkan kewibawaannya, karena jelas-jelas hadist palsu tersebut menebarkan benih-benih perpecahan di tubuh kaum Muslimin. [Ushul Al-Bida’]

Al-‘Alamah Ibnu Hazm menjelaskan bahwa ini bukan hadits ,”Ini adalah perkataan yang paling rusak, sebab jika perselisihan itu adalah rahmat, maka berarti persatuan adalah adzhab. Ini tidak mungkin dikatakan oleh seorang muslim, karena tidak akan berkumpul antara persatuan dan perselisihan, rahmat dan adzhab.” [Al-Ahkam Fii Ushuli Ahkam (5/64)] –
(Dicopy dari: anshorussunnah.cjb.net) – [http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=1284_0_4_0_M]

Seringkali Labbaik juga memuat artikel menyangkut masalah fiqih. Labbaik telah berusaha mendapatkannya dari sumber-sumber Ahlusunnah Wal Jamaah dengan bimbingan ustadz-ustadz yang sudah cukup baik dan menguasai permasalahan fiqih. Namun apabila ada sahabat yang merasa kurang pas dengan ulasan tersebut, mohon dengan sangat tidak menjadikannya sebagai kendala membangun persatuan dan mengikat tali persaudaraan. Sebaliknya mari terus tegakkan ukhuwah islamiyah. Bahkan bila sahabat memiliki artikel-artikel pembanding, yang sumbernya jelas dan menggunakan dalil-dalil yang memadai, silahkan dikirim ke Labbaik, insya Allah akan dimuat pula dlm penerbitan edisi berikutnya. Sekalian untuk menambah wawasan keislaman kita semua. Bagi Labbaik hal tersebut bukan merupakan masalah. Sistim seperti ini insya Allah akan terus diberlakukan pada edisi-edisi selanjutnya. Mari mulai membangun ukhuwah secara nyata, tidak hanya sekedar pemanis kata. Bukankah sesama muslim itu bersaudara, ibarat satu tubuh ?.

Dengan segala kerendahan hati, mengingat pengetahuan yang masih amat terbatas, lepas dari masalah pro kontra masalah hadits di atas, untuk sementara ini (sambil terus belajar), bila melihat di depan ada perbedaan pendapat, maka Labbaik akan mengingat ucapan sang Gudang Ilmu Imam Syafi’i :“Apabila ada yang lebih baik dari keterangan yang aku berikan, maka pakailah yang lebih baik itu”. Sudah tentu dengan tetap berlandaskan Al Qur’an dan hadits. Wallahu ’alam.***

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah. Ingatlah karunia Allah kepada kamu, ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, lalu dipersatukan-Nya hatimu (dalam agama Allah) sehingga dengan karunia Allah itu kamu menjadi bersaudara…” (QS.3 : 103).

[dari : mukaddimah Labbaik edisi no.002/th.02/Jumada Al Tsani – Rajab 1426H/2005M]

Iklan

3 Responses to Perbedaan adalah rahmat ?

  1. manusiasuper berkata:

    Saya kutip dari guru saya…

    —————-
    Assalamu’alaikum Wr Wb. Kalimat pertama yang Anda sampaikan itu sudah betul. Yaitu, “Perbedaan diantara ummatku adalah rahmat”. Untuk membuktikannya, coba Anda buka Kitab Khasaisul Ummatil Muhammadiyah halaman 41. Di sana disebutkan, “Dan mengeluarkan Asy-Syeikh Nashru Al-Maqdisiy dalam kitab Al-Hujjah, Rasulullah SAW bersabda “Perbedaan antara ummatku adalah rahmat”.

    Hadist tersebut diriwayatkan pula oleh Ad-Dailamiy dalam Musnadil Firdaus dari Ibni Abbas sebagai hadist marfu`.
    —————-

    Semoga jadi bahan pemikiran…

    Hal ini di terbitkan juga di sini: http://www.radarbanjarmasin.com/berita/index.asp?Berita=utama&id=65517

  2. Heri Setiawan berkata:

    kalau perbedaan itu rahmat, senang dunk kalo kita terpecah-belah…
    bagi saya perbedaan itu suatu yang perlu dihindari, terutama dalam perbedaan pandangan mengenai ibadah…

  3. labbaik berkata:

    Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

    Terima kasih atas komentar Manusia Super. Sungguh langka dan mahal data yang berasal dari guru antum, kami salut. Ingin benar kami mendapat copy-an bahasan tentang hadits tersebut, kalau bisa diusahakan, kami mohon dengan sangat kepada Sahabat. Dengan data di tangan, insya Allah kami berani memuatnya pula dalam Labbaik edisi akan datang.

    Kami berani memuat bahasan bahwa hadits “Perpecahan di Antara Ummatku Adalah Rahmat” , setelah menimbang bahwa sudah 6 tulisan para syaikh ahli hadits menyatakan hal tersebut, dan kami memiliki buku-bukunya.

    Komentar Antum, meski dari seorang syaikh saja tentu amat berharga. Terima kasih.

    Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: