Mengenal Penginjil Dr. Peter Youngren

Dr. Peter Youngren ialah seorang penginjil dari Kanada. Dia telah melakukan perjalanan penginjilan ke lebih dari 85 negara di dunia. Di Indonesia, dia telah mengadakan Festival Penyembuhan di berbagai kota, seperti Semarang, Bandung dan Manado. Dia juga telah melatih lebih dari 110 ribu pendeta dan pemimpin dalam seminar ‘Global Harvest Praise’. Tentang penyembuhan atau mukjizat yang ditawarkannya, dia mengatakan, “Kita menawarkan hidup baru dalam Kristus. Saya percaya bahwa setelah mereka terima Kristus mereka akan mengerti bahwa mereka harus pergi ke gereja.” (lihat : Bethanygraha.org dan Wikipedia). Dia juga mengatakan, “Saya sudah berkunjung ke banyak negara selama 30 tahun. Baik negara dengan penduduk Hindu, Islam, Budha, sampai penganut atheis sekalipun dan responnya cukup positif,” (Denpost). Kaum muslimin, yang semoga senantiasa mendapat taufiq dari Allah, di antara program kunjungan Dr. Peter Youngren adalah rencana kedatangannya di kota Yogyakarta pada hari Rabu, 30 Mei 2007 sampai dengan hari Sabtu, 2 Juni 2007 di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Tema Acara ini adalah Jogja Festival 2007 yang berisi acara pengobatan/penyembuhan massal yang diiringi dengan kebaktian rohani.

Membongkar Kedok Pemurtadan di Balik Pengobatan Dr. Peter Youngren
Kaum muslimin, yang semoga senantiasa mendapat taufiq dari Allah, keimanan seorang muslim terhadap Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW tidaklah boleh ada keragu-raguan sedikit pun di dalamnya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.”(QS. Al-Hujuraat : 15)
Seorang muslim haruslah yakin bahwa Allah adalah satu-satunya sesembahan yang berhak untuk disembah dan sesembahan selain Allah adalah batil. Dalam suatu wawancara, Dr. Peter Youngren pernah ditanya, “Seringkali orang Kristen memiliki suatu konsep yang salah dalam hal bersaksi tentang Kristus kepada orang lain yaitu dengan cara membawa orang ke gereja atau menjadikan dia Kristen dan bukan memberitakan Kristus kepada orang tersebut. Apakah pendapat Bapak tentang hal ini ?”. Kemudian ia menjawab, “Kita tidak pernah meminta orang-orang untuk menja di Kristen tetapi menjadikan mereka orang yang percaya kepada Yesus (Jesus’ believers). Bukan merubah agama orang itu. Yesus dan Petrus sendiri tidak pernah menggunakan istilah Kristen untuk orang percaya. Saya juga tidak gunakan istilah ini. Kalau hal ini terjadi maka kita akan disangka mengkristenkan mereka. Kita menawarkan hidup baru dalam Kristus. Saya percaya bahwa setelah mereka terima Kristus mereka akan mengerti bahwa mereka harus pergi ke gereja.” (lihat : Bethanygraha.org)

Dalam festival penyembuhan massal yang dilakukannya, dia juga menyatakan, “Saya doakan mereka secara umum dan dalam doa kesembuhan itu saya ucapkan apa yang Yesus telah lakukan.” Ia juga menyatakan, “Kesembuhan massal didasarkan pada penanganan Tuhan secara pribadi dengan umat-Nya, juga iman si individu di dalam Kristus. Tetapi itu semua terjadi pada waktu yang bersamaan.” (lihat : Bethanygraha.org). Dari ucapan ini, dapat diketahui bahwa Dr. Peter Youngren ingin agar setiap orang (pemeluk agama selain Nashrani) percaya pada Yesus atau beriman kepadanya. Setelah mereka beriman kepadanya barulah dia akan terseret masuk ke gereja (alias ‘murtad’ secara perlahan-lahan). Dan seseorang tidaklah mungkin menjadi sembuh dari sakitnya dalam acara festival tersebut kecuali setelah sebelumnya ia yakin (beriman) pada Yesus yang dengan ini dapat membuatnya keluar (murtad) dari Islam.
Dr. Peter Youngren juga telah mengelabui kaum muslimin dengan memberi nama acara pengobatan massal yang dia lakukan dengan nama ‘Festival’ semacam Jogja Festival , Bandung Festival, atau Balikpapan Festival. Padahal di dalam acara festival pengobatan massal tersebut diiringi pula dengan acara peribadatan ala Nashrani (kebaktian rohani) yaitu diiringi dengan lagu-lagu kidung rohani versi Nashrani. Mengapa dia tidak menamai acara tersebut dengan Kebaktian Rohani Kristen saja ?.

Bahkan umat Islam dikelabui dengan Festival yang seolah-olah terbuka untuk semua umat beragama. Ada apa di balik itu semua ?.
Dalam suatu wawancara, Dr. Peter pernah ditanya, “Mengapa dalam ibadah kesembuhan anda menyebutnya sebagai Festival dan bukan Crusade atau Revival Meetings (KKR -Kebaktian Kebangunan Rohani-). Ia menjawab, “Kata Crusade (KKR) adalah kata yang melukai saudara sepupu kita dari agama lain (maksudnya adalah umat islam, pen), sedangkan kata Revival tidak kita gunakan dalam ibadah kita. Kita menyebutnya Festival atau Celebration (perayaan). Misalkan kalau diadakan di Surabaya, kami menyebutkan di poster sebagai Surabaya Festival bukan Jesus Festival atau Festival Injil. Ini sama sekali tidak memberikan kesan agamawi. Orang bertanya apa ini ? Mereka tidak tahu dan akan datang menghadirinya. Kita bahkan tidak gunakan lambang gereja seperti salib dan sebagainya. Ada yang bertanya kepada saya apakah saya telah berkompromi ?. Kita tidak berkhotbah di poster atau di iklan tetapi kita berkhotbah di festival. Setelah mereka berada di festival, baru kita sampaikan Injil kepada mereka.” (lihat : Bethanygraha.org)

Kaum muslimin, yang semoga senantiasa mendapat taufik dari Allah, bentuk pemurtadan yang lain dalam acara festival tersebut adalah ditujukannya suatu ibadah kepada selain Allah. Padahal memalingkan suatu ibadah kepada selain Allah termasuk kesyirikan. Dan di antara bentuk ibadah yang paling agung adalah do’a, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Do’a adalah ibadah.” (HR.Tirmidzi, hasan sho hih). Apabila seseorang berdo’a kepada selain Allah (seperti berdo’a kepada Yesus, jin, mayit, atau bahkan kepada para Nabi yang telah wafat) maka ia telah berbuat kesyirikan dan pelakunya adalah kafir (keluar dari Islam). Demikian pula orang yang meridhoi perbuatan kesyirikan dan tidak membencinya, maka ia juga telah kafir.

Himbauan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, mengeluarkan fatwa terkait pelaksanaan ‘Balikpapan Festival 2003′, yang dilaksanakan pada tanggal 1-5 Oktober 2003 di Gelora Patra, dengan menghadirkan pembicara utama Pdt. Peter Youngren dari Kanada. Ketua komisi Fatwa MUI Balikpapan mengatakan, “Jadi kalau ada umat Islam yang menghadiri acara ritual itu dan meyakini bahwa pengobatan yang diberikan Peter Youngren bakal membawa kesembuhan, maka bisa digambarkan bahwa keyakinan yang orang bersangkutan mulai goyah. Bahkan condong ke arah kemurtadan.” (Kaltim Post, Cybernews, Rabu 1 Oktober 2003). Oleh sebab itu, kami juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat muslim untuk tidak hadir dalam acara-acara tersebut, meskipun mereka mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah kristenisasi. Karena tentu saja kalau acara kekufuran itu disebut kristenisasi niscaya tidak ada seorang pun di antara kaum muslimin yang mau menghadirinya. Inilah tipu muslihat mereka untuk menjerat kaum muslimin !
Wajib bagi kaum muslimin untuk mengingkari acara-acara semacam ini sesuai dengan kemampuannya. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia merubah dengan tangannya, apabila tidak sanggup maka dengan lisannya, apabila tidak sanggup maka dengan hatinya. Dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim). Jadi hendaknya setiap kaum muslimin juga melarang anggota keluarga, saudara, kerabat, dan tetangganya agar tidak manghadiri acara pemurtadan berkedok pengobatan/penyembuhan massal tersebut.

Sikap seorang muslim dalam menghadapi musibah Kaum muslimin -semoga Allah senan tiasa memberikan taufik kepada kita- dalam hidup di dunia ini tentunya kita tidak akan lepas dari berbagai macam cobaan. Allah berfirman yang artinya, “Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji ?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut: 2-3). Allah juga berfirman yang artinya, “Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya':35).

Kaum muslimin -semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus-, Nabi kita, Muhammad SAW telah bersabda, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Demikianlah keadaan seorang mukmin …. Jika ia mendapatkan nikmat maka bersyukur dan menggunakan kenikmatan tersebut untuk ketaatan kepada Allah. Namun apa bila ia mendapatkan cobaan atau musibah (misalnya dengan kebutaan dan lumpuh) tidaklah hal itu menjadikankan berpaling dari Allah atau menjadi kafir kepada-Nya -na’udzubillah-, akan tetapi ia bersabar menghadapi cobaan itu dengan mengharap pahala dari Allah. Sungguh indah dan mulia agama kita.

Perlu diingat pula bahwa di balik musibah terdapat hikmah yang begitu banyak. Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah yang dapat kita gali. Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas). Ingatlah pula bahwa cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini.

Maka carilah sebab agar mendapatkan kesembuhan dari penyakit dengan berobat. Karena Rasulullah menganjurkan pada umatnya untuk berobat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Wahai hamba Allah berobatlah, karena tidaklah ada suatu penyakit kecuali Allah memberi obatnya.” (HR. Tirmidzi, hasan shohih) Namun seseorang harus memperhatikan pula hukum yang terkait dengan pengambilan sebab.
Pertama, sebab yang diambil harus terbukti secara syar’i atau qodari (penelitian ilmiah).
Kedua, tidak bersandar pada sebab namun bersandar pada Allah. Maka hendaklah setiap yang ingin berobat tidak menyandarkan hatinya kepada dokter atau obat, namun hendaklah selalu bertawakkal pada Allah.
Ketiga, keampuhan suatu sebab hanya tergantung pada taqdir Allah. Maka pahami dan perhatikanlah ketiga hukum pengambilan sebab ini ketika hendak berobat dari suatu penyakit.
Terakhir, Rasulullah SAW bersabda, “Seorang hamba yang ditimpa musibah, lalu mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un, Allahumma’jurni fi mushibati wa akhlif li khoiron minha’. Maka Allah akan memberi ganjaran padanya dalam musibah yang dihadapi dan Allah akan memberi ganti yg lebih baik darinya.” (HR. Muslim)

Semoga Allah menjaga dan meneguhkan keimanan kita sampai datangnya kematian, menjaga urusan kaum muslimin dari makar musuh-musuhnya serta menjadikan para pemimpin kita termasuk orang-orang yang memperjuangkan syariat-Nya dan berjalan di atas jalan Islam yang lurus. Amin Yaa Mujibad Da’awat.

[Disusun oleh Al-Akh Ari Wahyudi, Al-Akh Ibnu Sutopo & Al-Akh Muhammad Abduh T, Pengurus LBIA Al-Atsary. Tulisan ini juga telah diterbitkan oleh Bulletin At-Tauhid edisi 118, 25 Mei 2007]

Pesantren UGM – Media Informasi Islam – Keluarga Muslim Fakultas MIPA UGM ::

http://mii.fmipa.ugm.ac.id/new/?p=230

note :“Dan berilah peringatan kepada kerabatmu terdekat” (QS.Asy-Syu’araa : 214) “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS.Adz-Dzaariyaat : 55)
note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 033/th.04/Rajab-Sya’ban 1428H/2007M

About these ads

10 Balasan ke Mengenal Penginjil Dr. Peter Youngren

  1. hamranuddin mengatakan:

    Ass War Wab,
    saya sangat bangga membaca kabar yang menghebohkan menurut saya pribadi, karena disaat kaum muslimin menjalankan ibadah Puasa, ada kegiatan yang sengaja dilakukan oleh kelompok tertentu untuk mengganggu dan mengelabui ummat tertentu ( MUSLIM ) dan saya sangat bangga kepada MUI yang dengan cermat mengantisipasi secara cepat mengeluarkat PATWA agar kaum muslimin tidak menghadiri kerohanian tersebut.
    demikian
    Wassalam

  2. Orang Biasa mengatakan:

    Saya orang awam, melihat kepercayaan adalah hak azazi bukan hak golongan atau kelompok. jadi jika seseorang yang ingin menghadiri suatu acara dan secara pribadi mau iktu didalammnya itu adalah hak pribadi, bukan hak anda atau saya untuk melarang atau menakut-nakuti dgn ayat-ayat atau kalimat-kalimat yang anda anggap suci (yg belum tentu suci menurut orang lain). saya melihat adanya ketakutan yg disebabkan oleh karena melihat bahwa orang yg seiman adalah hak milik kelompok atau golongan. padahal kita sendiri belum tentu masuk surga. apakah anda berani menjamin anda pasti masuk surga? buktinya apa? jadi sebaiknya kalau kita memang orang yg menghormati hak azazi, maka biarlah setiap pribadi memilih jalannya sendiri tak perlu menakut-nakuti, kalau agama anda memang benar, biarkan orang lain yang menilainya, anda tak usah takut kehilangan. Agama yg benar akan membela dirinya sendiri tak perlu kita angkat senjata untuk membelanya, itu mah agama yg tuhannya lemah perlu dibela-bela segala. yang penting tunjukan perbuatan kita dari hasil pengertian akan agama kita. preace man!

  3. Logic man mengatakan:

    Pakailah ilmu cermin.
    Kalo aku bercermin, lalu tampak ada yang tidak beres dengan diriku, tidak mungkin aku paksa si cermin untuk membuat tampilan diriku menjadi beres seperti yang aku ingini. Supaya diriku tampil di cermin sempurna maka dirikulah yang harus aku bereskan. Kalau aku sudah bisa mengerti dan menyadari dengan ilmu di atas, aku yakin akan diriku menjadi orang arif, bijaksana dan dewasa dalam memandang persoalan, aku tidak pusing, tidak perlu takut, tidak perlu perlu mengkambinghitamkan akan apa yang orang lain perbuat, apalagi sampai memaksakan kehendakku kepada orang lain. Masa-masa sekarang yang dibutuhkan adalah ketahanan emosi, dan rasional kita bukannya otot kita karena yang menilai segala sesuatu tentang diri kita adalah si cermin. Walaupun aku lebih banyak menggunakan logikaku, tapi aku masih punya hati untuk tidak mempermalukan Allah-ku dengan perbuatanku dalam lingkungan dimana aku berada. Aku-pun tidak akan membangkit-bangkitkan amarah teman-temanku yang mungkin keberadaannya dalam hal penalaran, emosi berbeda dengan aku. Aku lihat kenyataan dalam kehidupan ini kalau dikaji menurut hukum agama, banyak yang tidak sesuai, contohnya korupsi (termasuk budaya pungut memungut) mulai dari tingkat masyarakat lapisan bawah sampai atas, bahkan ironisnya hal ini juga banyak terjadi di lembaga-lembaga keagamaan mana-pun, yang nota bene setiap agama pasti ajarkan yang baik saja. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Jawabku adalah karena kita seringkali menyalahkan keadaan si cermin itu, bukannya introspeksi diri kita sendiri. Kita seringkali terjebak dengan yang namanya retorika tentang hukum, dalil, doktrin tetapi prakteknya nol. Tetapi aku tetap mensyukuri akan kehadiran si cermin itu bagi diriku, dan aku tidak menganggapnya sebagai musuh atas diriku, tetapi justru menjadikan cermin itu partner yang baik atas diriku walaupun leadaan antara aku dan cermin itu beda. Kalau aku menganggap si cermin itu musuh, ya gampang saja, aku banting saja lalu rusak dan pecahlah cermin itu, yang artinya aku lebih banyak menggunakan kekuatan ototku dan sikap kekerasan dengan membanting cermin itu. Dan selanjutnya aku yang rugi karena aku tidak dapat mengetahui keadaan diriku yang sebenarnya. Dan yang lebih membahayakan lagi bagi perkembangan diriku adalah aku akan berusaha memanipulasi diriku dengan kebohongan dan kemunafikan sehingga semakin menjerumuskan diriku sendiri. Aku akan menjadi “kafir” atas diriku sendiri, dan bukanlah yang Allah maksudkan agar aku menjauhkan diri dari segala perbuatan keji, perbuatan dosa adalah dengan tidak membuat diriku menjadi “kafir” atas diriku sendiri. Aku menjadi “kafir” atas diriku sendiri kalau aku tidak membenci dan menjauhi segala perbuatan dosa termasuk kebohongan atas dirku dan kemunafikan atas diriku sendiri. Akhir kata haruslah aku secara sportif berkata aku malu terhadap diriku sendiri, terlebih kepada si cermin. Yang jadi masalah di masyarakat kita, budaya ilmu cermin ini belum banyak berkembang, sehingga sangatlah jarang yang berani legowo dan terbuka hati secara arif dan bijaksana dalam bersikap positif. ……… dari aku yang masih sangat jauh dari sempurna dan suci secara hukum agamawi.

    (tambahan : yang dimaksud dengan cermin yaitu keadaan di sekitar kita, bisa apa saja : bisa orang dengan beda agama, beda keyakinan, beda status sosial ekonomi, beda bahasa, beda pendidikan, dll)

  4. one mengatakan:

    kalian pada takut ya?

  5. labbaik mengatakan:

    “Laa ilaha illalloh, muhammadar rasulullah” (tiada tuhan yang berhak disembah selain Alloh SWT, dan muhammad itu adalah utusan Alloh SWT)

    “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.” (QS. Az Zumar: 38)

    “LAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH” (tiada daya dan upaya. kecuali dengan pertolongan Alloh SWT)

  6. labbaik mengatakan:

    “Dan berilah peringatan kepada kerabatmu terdekat” (QS.Asy-Syu’araa : 214) “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS.Adz-Dzaariyaat : 55)

  7. smartman1 mengatakan:

    labbaik, kemarin kami sempat baca kutipan ayat QS. Az Zumar; 38 dan ada yang bertanya kok hari ini 25 oktober 2007, kok udah lain dan si penanya yang sempat kami lihat kemarin (kami lupa namanya) kok juga udah dihapus.
    Seharusnya jangan gitu dong, biar obyektif dan pikiran ini jadi melek dan kritis seperti generasi kami ini, dan karena sudah ditampilkan, kalau memang ada kekeliruan penulisan, jangan main dihapus aja. Dan lagi contoh si penanya yang kritis itu harus dihargai dong, jangan langsung didelete gitu. Seharusnya ada koreksi dari labbaik, supaya generasi kami ini semakin percaya dan kagum pada anda labbaik, karena cara anda tidak langsung main hapus, edit. Jadi kalau ada keliru ya sebaiknya diklarifikasi, sehingga kami ini semakin kagum ternyata ini forum orang-orang yang arif, obyektif, rasional, dan mempunyai sikap terbuka dan berjiwa besar, tidak emosian. Ingat ini jaman sudah bukan jaman feodal yang main paksa, tetapi ingat ini jaman keterbukaan, kritis, dan bertanggungjawab. Wassalam

  8. labbaik mengatakan:

    Alhamdulillah, subhanallah, terima kasih banyak atas sarannya. Semula kami beranggapan seperti itu, tidak segera menghapus kesalahan tulis antara “ku” dengan “Ku”. Kalau saja hal seperti itu terjadi pada teks yang lain, insya Allah Labbaik tidak akan menghapusnya. Namun karena kesalahan tulis tersebut akan berakibat fatal, yakni menjurus ke arah syirik, maka dengan sendirinya Labbaik membersihkan, semoga penjelasan ini dapat dipahami dan dimaklumi. Sekali lagi terima kasih, Anda telah berjasa mengingatkan Labbaik, semoga hal tersebut tercatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT. Amin.

  9. orang biasa mengatakan:

    saya sedikit ketinggalan berita nih ,… saya harapkan pada saat aya membaca berita ini saya mendapatkan kebenaran tetapi di kutipan disatas ada tulisan (lihat:bethanygraha.org) pada saat saya cek kesana kok ngak ada apa-apa ya tentang ini :( ..

  10. labbaik mengatakan:

    Yth.Orang Biasa.

    Coba di klik lagi web tersebut, setelah itu masuk ke search, ketik kata kunci “Dr. Peter Youngren”.
    Seandainya artikel yang membicarakan masalah tersebut tetap tidak ada, itu artinya artikel tersebut telah di hapus. Mohon direnungkan kembali, mana mungkin begitu banyak berbagai kalangan dan lembaga Islam menanggapi kalau sebelumnya tidak menelaah terlebih dulu ?. Mari kita simak pernyataan berikut ini :

    FORUM UKHUWAH ISLAMIYAH, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA,
    Jl. IPDA Tut Harsono No. 3A Yogyakarta Telp. 0274-7430742.
    PERNYATAAN SIKAP TENTANG PENJAGAAN AQIDAH UMAT DARI UPAYA PEMURTADAN.

    Dalam rangka mengakomodasi keresahan umat Islam di DI Yogyakarta, terkait adanya kegiatan pihak-pihak tertentu yang disinyalir merupakan sebuah upaya pemurtadan atas umat Islam secara terselubung, maka segenap umat Islam DI Yogyakarta menyerukan dan menghimbau :

    1. Umat Islam menolak Jogja Festival 2007 karena merupakan [aksi] missionaris yang dalam aktivitasnya [melakukan] Kristenisasi dan Pemurtadan Umat Islam.

    2. Event ini harus digagalkan karena rentan memicu persoalan masalah SARA.

    3. Kepada semua pihak agar memahami bahwa kondisi DI Yogyakarta yang damai serta sikap toleransi antar umat beragama yang telah terbangun, tidak diusik dengan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang meresahkan kehidupan umat beragama, terlebih lagi bila kegiatan tersebut mengarah pada upaya pemurtadan dengan berkedok pengobatan atau apa pun.

    4. Kepada semua pihak agar tidak menggunakan kesempatan atas sikap toleransi umat Islam dengan memancing-mancing keresahan umat melalui kegiatan yang mengarah kepada pemurtadan baik secara sembunyi-sembunyi ataupun secara terbuka apalagi melalui promosi besar-besaran di seantero jalan di DI Yogyakarta serta melalui media elektronik maupun cetak.

    5. Kepada pihak berwenang agar tidak memberikan ijin dan membatalkan ijin setiap kegiatan yang hanya menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat semata. Terlebih lagi bila kegiatan tersebut mengarah pada upaya pemurtadan umat Islam. Hal tersebut karena pemerintah adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kondisi masyarakat yang aman dan damai.

    6. Kepada segenap umat Islam, untuk selalu mewaspadai berbagai iming-iming, apa pun bentuknya, yang ditawarkan pihak mana pun juga, serta tidak perlu menghadiri kegiatan yang penuh janji, jika ternyata berujung pada pemurtadan kaum muslimin.

    7. Kepada segenap umat Islam agar tidak terpancing dengan provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang ingin agar kondisi aman damai di DI Yogyakarta menjadi rusak. Agar tidak mudah terbawa emosi sehingga terpancing melakukan kegiatan anarkis. Harus selalu diingat bahwa segenap upaya untuk membawa DI Yogyakarta menjadi daerah konflik antar umat beragama tidak perlu ditanggapi, jika perlu dilaporkan kepada aparat.

    8. Kepada seluruh masjid dan organisasi Islam agar selalu tetap sadar dan berkontribusi melawan upaya-upaya pemurtadan dengan melalui lisan dan tulisan [pamflet, spanduk, dan sebagainya] sehingga umat terjaga aqidahnya.

    Yogyakarta, 26 Mei 2007
    Dukungan Ormas-Ormas terhadap penolakan Kristenisasi berkedok “Jogja Festival 2007 Pengobatan Massal” :
    01. Abu Haidar (Komandan Laskar), Majelis Mujahidin Indonesia
    02. M. Rosyid, DPD I Hizbut Tahrir Indonesia DIY
    03. Himawan, PKS DIY
    04. Abu Usamah, FKAM
    05. Abu Faishal, FKRM
    06. Dodiek, GPII Yogya
    07. Hidayat Arifianto, Gema Pembebasan DIY
    08. G. Nurhamidi, GAM (Gerakan Anti Maksiat) Yogyakarta
    09. Eko Ari Murwanto, FSLDK (Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus) Yogya
    10. Thoha Abdurrahman, MUI DIY
    11. Achmad Mursyidi, FUI (Forum Ukhuwah Islamiyah)
    12. Abdul Muhaimin, Hidayatullah DIY
    13. M. Syukri Fadholi, PPP DIY
    14. Drs. H. Chamim Z., PDM (Pengurus Daerah Muhammadiyah) Kota Yogyakarta
    15. Achmad Zuhdi, PWNU (Pengurus Wilayah NU) DIY
    16. Subaeri H.M, Majelis Mujahidin, LPW DIJ

    BERITA TERKAIT :
    JOGJA FESTIVAL 2007
    Kaum missionaris tidak jera-jeranya merongrong aqidah ummat Islam. Hal ini di buktikan dengan digelarnya sebuah festival penyembuhan di berbagai kota, dan yang akan datang adalah Jogja Festival 2007, yang akan digelar di Stadion Man dala Krida pada tanggal 30 Mei – 2 Juni 2007. Event ini akan menghadirkan artis kafir ibukota, Adon “Base Jam” dan seorang evangelist terkenal dari Kanada, Dr. Peter Youngren, yang tak lain adalah tukang sihir kelas wahid. Dr.Peter sudah cukup dikenal di kalangan Nasrani sebagai seorang penginjil, sekaligus sudah berhasil memurtadkan (bahasa mereka : membuat orang-orang non Nasrani ikhlas kepada mukjizat Tuhan Yesus). Beberapa event sudah digelar oleh Dr. Peter, antara lain Festival Timika Indah (tahun 2006), Bali Gospel Festival (19 Juni 2006) dan masih banyak lagi acara serupa di berbagai kota. Di Bandung belum lama ini, acara kristenisasi massal berkedok penyembuhan ini berhasil digagalkan dan panitia penyelenggara memindahkan acara ke gereja.

    Beberapa indikasi adanya unsur-unsur kristenisasi pada acara ini antara lain :

    1. Tidak adanya tulisan “untuk kristen”, “untuk nasrani”, atau “untuk kalangan sendiri” pada publikasi acara. Panitia justru mengundang semua orang, tidak memandang suku agama dan golongan. Undangan ini jelas sangat berbahaya dan mengancam aqidah ummat Islam, karena mereka mengundang ummat berbeda agama pada acara ibadah (pemberkatan) mereka.

    2. Menghadirkan evangelist terkenal dari luar negri, Dr.Peter Youngren, yang telah dikenal sebagai seorang penginjil handal yang menyebarkan agama nasrani dengan metode penyembuhan (memasukkan jin kafir ke tubuh pasien), sehingga pasien yang tadinya buta bisa melihat, tuli bisa mendengar dan lumpuh bisa berjalan.

    3. Acara dilaksanakan menabrak waktu sholat. Jelas, ini adalah upaya untuk membuat ummat jauh dari masjid dan melalaikan sholat. Acara tanggal 30 Mei 2007 di Mandala Krida Yogya dimulai pukul 17.00 WIB.

    4. Adanya protes dari berbagai ormas Islam di Bandung, menunjukkan acara ini bermasalah dan bukan lagi merupakan acara kerukunan, apalagi perdamaian ummat. Toleransi bukan berarti mengundang ummat beragama lain untuk hadir di sebuah acara pemberkatan.

    Usaha-usaha Kristenisasi massal ini harus kita waspadai dan sebisa mungkin kita gagalkan. Sekedar informasi, publikasi acara ini ditempel secara masif, antara lain di baliho-baliho kota Jogja (jembatan Kewek, perempatan Ringroad jalan Ma gelang, Pingit, Wirobrajan) dan tertempel di berbagai sudut kota Yogyakarta.

    Bagi kita yang sudah membaca artikel ini, beritahukan kepada saudara, teman dan tetangga kita untuk tidak menghadiri acara ini. Insya Allah, ormas Islam yang ada akan sebisa mungkin menggagalkan acara ini, baik dengan cara lobi politis (melalui kekuatan parlemen), audiensi dengan pejabat kota Yogya (walikota, ang gota dewan) dan dengan cara non formal lainnya.

    AWAS, KRISTENISASI MASSAL ! GEMPA AQIDAH SIAP MELANDA JOGJA !
    Baca artikel terkait pada link website di bawah ini :

    http://www.denpost.net/2006/06/20/hiburan1.htm

    http://bethanygraha.org/pubs/newsmain.asp?id=108&curpage=5

    http://www.cenderawasihpos.com/Timika/Timika.3.html

    http://muslim.or.id/2007/05/25/membongkar-kedok-jogja-festival-2007-awas-permurtadan-di-balik-pengobatan-2/

    Semoga mengingatkan kita sebagai umat muslim bahwa mereka tidak senang dengan jatidiri kita sebagai muslim dan akan selalu berusaha merusak aqidah kita dan mencoba menjauhkan kita dari dien kita.

    Simaklah kata-kata “mereka” :
    “Kita tidak pernah meminta orang-orang untuk menjadi Kristen tetapi menjadikan mereka orang yang percaya kepada Yesus …”

    http://www.khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=384&Itemid=2

    sumber : http://alikhwan.wordpress.com/2007/05/22/pemurtadan-massal-dibalik-jogja-festival-2007/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: